Merdunya Alunan Nada dari Benteng Mayangan

MAYANGAN – Kesenian tradisi yang tumbuh di Kota Probolinggo belum mendapat kesempatan luas untuk menampilkan aksinya. Berangkat dari kondisi ini, Komunitas Masyarakat Kampung Benteng menggelar kegiatan seni bertajuk Symphony of Benteng.

Acara ini menampilkan dua kelompok kesenian dari Kota Probolinggo, yaitu Gkoper dan Kompeni Esemkada. Juga ada kelompok musik dari Surabaya. Yaitu Keroncong Gatara dan Ethnologika dari Jember.

Festival seni warga Kampung Benteng ini dilaksanakan di tengah bangunan benteng. Dihadiri lebih dari seratus penonton yang menyaksikan pentas seni selama hampir 3 jam.

Penampilan grup musik tradisi dimulai sejak pukul 19.00. Namun sore hari telah ditampilkan kesenian tradisional Reog Ponorogo.

Camat Mayangan Muhammad Abbas menjelaskan, Symphony Of Benteng merupakan sarana untuk memfasilitasi seni tradisi yang berkembang di Kota Probolinggo. “Selama ini seni tradisi yang berkembang di kota belum memiliki wadah atau fasilitas untuk tampil. Ini sekaligus untuk mengenalkan kawasan benteng, ” ujarnya.

Selama gelaran Symphony Of Benteng, tiap kelompok kesenian memberikan penampilan yang memukau. Seperti Ethnologika, menampikan musik dengan menggunakan alat musik tradisional dari Kalimantan yaitu Sapek.

Lagu Shape of You yang biasa dinyanyikan penyanyi asal Inggris Ed Sheran pun dimainkan dengan merdu. Bahkan sebagian penonton pun terbawa suasana, ikut mendendangkan lagu.

Semangat penonton juga terasa saat kelompok musik Gkoper menampilkan musik etnik kolaborasi antara gamelan dan perkusi. Penampilan Gkoper semakin menarik ketika diiringi penyanyi Riski Nur Maharani.

Riski menyanyikan lagu berjudul Sayang yang dipopulerkan Via Valen. Lagu dangdut ini memiliki suara yang berbeda ketika dinyanyikan dnegan gamela dan perkusi.

Sementara itu Letkol Kav Depri Rio Saransi, Dandim 0820 Probolinggo menilai, Symphony of Benteng Mahakarya Swaradhipa berjalan sukses. Meskipun pertunjukan ini baru pertama kali digelar. “Acara ini sukses. Terbukti dari 400 tiket yang disebar, yang datang ini sekitar 600 orang,” ujarnya.

Dephri tidak menampik gagasan, jika tahun depan akan dilakukan acara yang sama. Tujuannya tidak lepas untuk memperkenalkan kawasan benteng serta mengangkat kelompok kesenian tradisi di Kota Probolinggo. “Tidak menutup kemungkinan untuk diadakan kembali tahun depan,” ujarnya.

Wakil wali kota terpilih Moch Soufis Subri yang hadir, juga memberikan apresiasi positif. Menurutnya, Symphony of Benteng ini sangat bagus untuk ditindaklanjuti.

“Apalagi ide menggabungkan seni dengan keberadaan bangunan cagar budaya di Kota Probolinggo. Ide yang bagus sekali,” ujarnya. (put/hn/mie)