Sehari, Dua Paripurna Bahas P-APBD Kab Pasuruan, Ini Sorotan Fraksi

DIKEBUT: Pembahasan R-APBD 2020 yang dilakukan Senin (4/11). Dalam sehari, digelar dua kali paripurna. Yakni, pidato penyampaian R-APBD 2020 dari bupati dan pandangan umum fraksi. (Foto: Iwan Andrik/ Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Kerja maraton dilakoni eksekutif dan legislatif dalam penyusunan R-APBD 2020. Betapa tidak, dalam sehari dua rapat paripurna sekaligus dilangsungkan.

Tak hanya pidato penyampaian Bupati Pasuruan atas R-APBD 2020 yang diparipurnakan, Senin (4/11). Di hari yang sama, legislatif dan eksekutif melanjutkan paripurna itu dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi.

Sejumlah fraksi pun menyampaikan sorotannya. Seperti Fraksi Nasdem yang menyoal banyak hal. Salah satunya berkaitan dengan pelayanan di RSUD Bangil yang sempat membuat seorang pasien akhirnya meninggal.

“Bagaimana sikap manajemen RSUD Bangil kalau ada korban malpraktek di kemudian hari,” ujar Eko Suryono, juru bicara Fraksi Nasdem.

Eko juga menyoroti kepekaan Pemkab dalam menghadapi bencana kebakaran di wilayah Arjuno dan lainnya. Karena selama bencana kebakaran terjadi, peran Pemkab sangat minim. Bahkan, Pemkab cenderung sibuk dengan kegiatan di pintu langit.

“Kami juga mempertanyakan persoalan konflik agraria di wilayah Pemkab dengan TNI. Bagaimana penyelesaiannya,” ungkapnya dengan nada bertanya.

Sorotan lainnya datang dari fraksi gabungan, Hanura, PKS, Demokrat. Ketua Fraksi Gabungan, M. Zaini menyoal Universal Health Coverage (UHC) yang sudah banyak berhasil diterapkan di daerah lain. “Sementara di Kabupaten Pasuruan, sejauh mana perkembangannya?” tanya Zaini.

Ia juga menyoroti banyaknya perusahaan yang “gemar” membuang limbah di sungai. Salah satunya Sungai Wrati. Padahal, sungai setempat menjadi sumber kehidupan warga.

“Kami juga berharap agar Pemkab memberikan peran dalam mengoptimalisasi BUMD di Kabupaten Pasuruan. Supaya, bisa mendorong peningkatan PAD. Karena selama ini belum semua BUMD memberikan kontribusi signifikan,” sindirnya.

Tidak hanya dua fraksi. Karena fraksi-fraksi lain juga menyampaikan pandangannya. Total ada tujuh fraksi yang menyampaikan kritik dan saran kepada Pemkab.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meyakinkan, bakal menjawab kritikan dan saran tersebut dalam paripurna berikutnya. Irsyad menambahkan, dalam R-APBD 2020, baik pendapatan maupun belanja daerah menanjak.

Untuk Anggaran Pendapatan, diproyeksikan mencapai Rp 3,5 triliun. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding APBD induk 2019 yang “hanya” Rp 3,4 triliun.

Begitupun dengan Anggaran Belanja. Pada APBD induk 2019, anggaran belanja daerah mencapai Rp 3,5 triliun. Namun pada 2020, diproyeksikan menembus Rp 3,6 triliun.

“Dibanding APBD induk 2019, dalam R-APBD 2020 kita naik. Kenaikan tersebut, dipengaruhi kenaikan di berbagai sektor,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo menuturkan, R-APBD 2020 memang dikebut. Hal ini untuk mengejar waktu agar pembahasan bisa diselesaikan tepat waktu. Sehingga, program yang direncanakan bisa dijalankan.

“Kami mengoptimalisasi waktu yang ada. Bukan berarti, pembahasan R-APBD tergesa-gesa,” terangnya. (one/mie)