alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Sumbangan Lilin Bertambah, Perayaan Imlek Kian Meriah di Probolinggo

MAYANGAN – Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dirasakan lebih meriah oleh warga Tionghoa di Kota Probolinggo. Hal ini terasa di Tempat Ibadah Tri Dharma Sumber Naga dengan banyaknya lilin-lilin sumbangan yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jauh lebih meriah saat ini perayaan Imlek di sini. Lilin sumbangan dari umat lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” ujar Adi Susanto, ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga, Senin (4/2).

Adi mengungkapkan, tahun lalu tempat ibadah yang dipimpinnya menerima lilin seberat 1.500 kati. Namun, saat ini diperkirakan ada 2 ribu kati. Kati menjadi satuan untuk menghitung lilin tersebut. Satu kati beratnya sekitar setengah kilogram. Jika tahun lalu ada sekitar 750 kilogram lilin, tahun ini mencapai satu ton.

Lilin-lilin tersebut terlihat ditata dengan rapi. Bahkan, hingga sampai halaman. Padahal tahun lalu hanya sampai terasnya saja. Karena itu, pihak TITD kemudian berinisiatif menutup atap dengan terpal.

Saat Radar Bromo mendatangi lokasi Klenteng, sejumlah panitia tampak sibuk. Maklum, perayaan Imlek sendiri dilaksanakan tadi malam. “Setiap sesaji ini ada maknanya sediri-sendiri. Ada penempatan makanan yang bersumber dari darat, laut,” ujarnya.

Selain itu, juga ada berbagai macam buah-buahan dengan berbagai macam warna. Seperti apel, jeruk kuning, jeruk hijau, serta pisang. “Merah itu dalam tradisi Tionghoa memiliki makna hoki atau keberuntungan. Sehingga, dalam perayaan Imlek ini juga banyak penggunaan warna merah,” ujarnya.

Dalam perayaan Imlek ini, Adi Susanto berharap agar saat memasuki tahun baru Imlek, suasana Kota Probolinggo serta Indonesia akan semakin damai, aman, dan sentosa. Terlebih, tahun ini merupakan tahun politik. Pelaksanaan Pilpres maupun Pileg, menurut Adi, jangan sampai memicu gesekan. (put/rf)

MAYANGAN – Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dirasakan lebih meriah oleh warga Tionghoa di Kota Probolinggo. Hal ini terasa di Tempat Ibadah Tri Dharma Sumber Naga dengan banyaknya lilin-lilin sumbangan yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jauh lebih meriah saat ini perayaan Imlek di sini. Lilin sumbangan dari umat lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” ujar Adi Susanto, ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga, Senin (4/2).

Adi mengungkapkan, tahun lalu tempat ibadah yang dipimpinnya menerima lilin seberat 1.500 kati. Namun, saat ini diperkirakan ada 2 ribu kati. Kati menjadi satuan untuk menghitung lilin tersebut. Satu kati beratnya sekitar setengah kilogram. Jika tahun lalu ada sekitar 750 kilogram lilin, tahun ini mencapai satu ton.

Lilin-lilin tersebut terlihat ditata dengan rapi. Bahkan, hingga sampai halaman. Padahal tahun lalu hanya sampai terasnya saja. Karena itu, pihak TITD kemudian berinisiatif menutup atap dengan terpal.

Saat Radar Bromo mendatangi lokasi Klenteng, sejumlah panitia tampak sibuk. Maklum, perayaan Imlek sendiri dilaksanakan tadi malam. “Setiap sesaji ini ada maknanya sediri-sendiri. Ada penempatan makanan yang bersumber dari darat, laut,” ujarnya.

Selain itu, juga ada berbagai macam buah-buahan dengan berbagai macam warna. Seperti apel, jeruk kuning, jeruk hijau, serta pisang. “Merah itu dalam tradisi Tionghoa memiliki makna hoki atau keberuntungan. Sehingga, dalam perayaan Imlek ini juga banyak penggunaan warna merah,” ujarnya.

Dalam perayaan Imlek ini, Adi Susanto berharap agar saat memasuki tahun baru Imlek, suasana Kota Probolinggo serta Indonesia akan semakin damai, aman, dan sentosa. Terlebih, tahun ini merupakan tahun politik. Pelaksanaan Pilpres maupun Pileg, menurut Adi, jangan sampai memicu gesekan. (put/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/