alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Tuntaskan Normalisasi Sungai Kedunglarangan Tahun Depan

BANGIL – Normalisasi sungai kedunglarangan bakal dilanjutkan. Pemerintah berencana, untuk menuntaskan pengerukan sungai tersebut, tahun depan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka. Ia menjelaskan, normalisasi Kedunglarangan merupakan program pemerintah pusat yang dijalankan BBWS Brantas. Normalisasi itu direalisasikan secara multiyears sejak 2017 kemarin.

Di mana, pelaksanaan fisiknya baru dijalankan pada pertengahan 2018. “Kegiatan yang dilakukan, berupa pelebaran tanggul dan pembuatan tanggul. Dari yang semula hanya kisaran 30 meter menjadi 60 meter hingga 80 meter. Selain itu, juga pembuatan tanggul yang mencapai ketinggian 3 meter,” kata Hanung.

Ia menambahkan, untuk pengerukan sungai Kedunglarangan bakal direalisasikan tahun depan. Setidaknya, panjang yang akan dikeruk mencapai kurang lebih 7 kilometer. Pengerukan tersebut dilakukan untuk mengangkat pendangkalan sungai.

Biaya untuk kegiatan normalisasi itu menelan dana yang tak murah. Total pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 192 miliar. Dana itulah, yang digunakan untuk kegiatan normalisasi dan pelebaran sungai kedunglarangan.

Hanya saja, Hanung tidak mengetahui kapan pelaksanaan pengerukan akan dilakukan. “Itu kewenangan BBWS Brantas. Yang jelas, tahun depan. Start mulai bulan apa, kami belum tahu,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL – Normalisasi sungai kedunglarangan bakal dilanjutkan. Pemerintah berencana, untuk menuntaskan pengerukan sungai tersebut, tahun depan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka. Ia menjelaskan, normalisasi Kedunglarangan merupakan program pemerintah pusat yang dijalankan BBWS Brantas. Normalisasi itu direalisasikan secara multiyears sejak 2017 kemarin.

Di mana, pelaksanaan fisiknya baru dijalankan pada pertengahan 2018. “Kegiatan yang dilakukan, berupa pelebaran tanggul dan pembuatan tanggul. Dari yang semula hanya kisaran 30 meter menjadi 60 meter hingga 80 meter. Selain itu, juga pembuatan tanggul yang mencapai ketinggian 3 meter,” kata Hanung.

Ia menambahkan, untuk pengerukan sungai Kedunglarangan bakal direalisasikan tahun depan. Setidaknya, panjang yang akan dikeruk mencapai kurang lebih 7 kilometer. Pengerukan tersebut dilakukan untuk mengangkat pendangkalan sungai.

Biaya untuk kegiatan normalisasi itu menelan dana yang tak murah. Total pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 192 miliar. Dana itulah, yang digunakan untuk kegiatan normalisasi dan pelebaran sungai kedunglarangan.

Hanya saja, Hanung tidak mengetahui kapan pelaksanaan pengerukan akan dilakukan. “Itu kewenangan BBWS Brantas. Yang jelas, tahun depan. Start mulai bulan apa, kami belum tahu,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/