alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Iuran BPJS Bakal Naik, Peserta Ramai-Ramai Ajukan Turun Kelas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru akan diberlakukan mulai tahun 2020. Namun, sejak bulan lalu sudah ada peserta BPJS yang mengajukan turun kelas. Diperkirakan, bulan ini atau bulan depan, pengajuan penurunan kelas peserta BPJS akan meningkat.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Probolinggo Muhammad Chairul Sholeh mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru diberlakukan tahun depan. ”Kenaikan iuran BPJS itu baru diberlakukan tahun depan. Kelas III sebesar Rp 42 ribu, kelas II Rp 110 ribu, dan kelas I menjadi Rp 160 ribu,” tuturnya.

Meski demikian, sudah ada peserta BPJS yang mulai mengajukan penurunan kelas. Baik itu dari kelas I ke kelas II atau dari kelas II ke kelas III.

Menurutnya, pengajuan naik atau turun kelas menjadi hak peserta BPJS. Namun yang pasti, mereka wajib membayar iuran BPJS tiap bulan. Bulan ini dan bulan depan, besar iuran BPJS masih sama. Tidak ada kenaikan.

”Sudah ada peserta BPJS yang mengajukan turun kelas. Tapi, tidak signifikan, tidak banyak juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (3/11).

Chairul memperkirakan, peserta BPJS yang mengajukan turun kelas akan terus bertambah. Kemungkinan, bulan ini atau bulan depan pengajuan turun kelas akan meningkat. Mengingat, awal tahun 2020 iuran BPJS mulai naik.

”Kemungkinan bulan November dan Desember, peserta BPJS pemohon turun kelas akan terus meningkat,” ungkapnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru akan diberlakukan mulai tahun 2020. Namun, sejak bulan lalu sudah ada peserta BPJS yang mengajukan turun kelas. Diperkirakan, bulan ini atau bulan depan, pengajuan penurunan kelas peserta BPJS akan meningkat.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Probolinggo Muhammad Chairul Sholeh mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru diberlakukan tahun depan. ”Kenaikan iuran BPJS itu baru diberlakukan tahun depan. Kelas III sebesar Rp 42 ribu, kelas II Rp 110 ribu, dan kelas I menjadi Rp 160 ribu,” tuturnya.

Meski demikian, sudah ada peserta BPJS yang mulai mengajukan penurunan kelas. Baik itu dari kelas I ke kelas II atau dari kelas II ke kelas III.

Menurutnya, pengajuan naik atau turun kelas menjadi hak peserta BPJS. Namun yang pasti, mereka wajib membayar iuran BPJS tiap bulan. Bulan ini dan bulan depan, besar iuran BPJS masih sama. Tidak ada kenaikan.

”Sudah ada peserta BPJS yang mengajukan turun kelas. Tapi, tidak signifikan, tidak banyak juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (3/11).

Chairul memperkirakan, peserta BPJS yang mengajukan turun kelas akan terus bertambah. Kemungkinan, bulan ini atau bulan depan pengajuan turun kelas akan meningkat. Mengingat, awal tahun 2020 iuran BPJS mulai naik.

”Kemungkinan bulan November dan Desember, peserta BPJS pemohon turun kelas akan terus meningkat,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/