alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

12 Listrik Ambruk di Sumber, PLN Mengalami Kerugian Rp 80 Juta

SUMBER, Radar Bromo – Petugas PLN langsung turun ke Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, begitu mengetahui ada 12 tiang listrik yang roboh. Sejak Minggu (3/11) pagi, petugas naik ke Sumber untuk mengecek dan dilanjutkan perbaikan.

Manager Bagian Jaringan PLN Pasuruan Muhammad Zainuri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung merespons robohnya 12 tiang listrik di Sumber. Petugas langsung ke lokasi kejadian untuk mengecek kerusakan dan melakukan perbaikan. Minggu pagi, sebagian tim PLN ada di lokasi dan sebagian lagi di kantor PLN untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan petugas di lapangan.

”Tidak semua petugas ke atas (Sumber, Red.). Sebagian tim kami ada di kantor. Mereka menyiapkan peralatan dan barang-barang yang dibutuhkan. Supaya tidak bolak-balik naik turun. Sebab, lokasinya cukup jauh,” terangnya.

Dari hasil pengecekan diketahui, dua dari 12 tiang listrik yang roboh, tidak dapat digunakan lagi. Sebab, tiang listrik itu patah.

Perbaikan pun langsung dilakukan di lapangan. Diperkirakan, perbaikan butuh waktu dua sampai tingga hari. Sebab, pihaknya harus mendatangkan alat dari Surabaya untuk mengangkut tiang listrik yang patah dan memulihkan tiang-tiang listrik yang roboh.

Zainuri menjelaskan, dampak 12 tiang listrik yang roboh di tiga desa membuat 28 trafo pun padam. Sehingga, jaringan listrik ke sekitar 5.600 pelanggan juga padam. PLN pun mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta akibat kejadian ini. Sebab, dua tiang listrik patah dan tidak bisa digunakan lagi.

”Kami masih proses mendatangkan alat crane untuk mengembalikan tiang listrik dalam kondisi normal. Termasuk proses mengangkut tiang listrik baru untuk mengganti tiang listrik yang patah,” terangnya.

Ditambahkannya, proses perbaikan jaringan listrik yang padam akibat tiang roboh, membutuhkan waktu. Diperkirakan recovery jaringan listrik sekitar 2 sampai 3 hari lamanya. Mengingat, tiang listrik yang roboh ada 12 buah di tiga desa. Ditambah, dua tiang listrik yang patah harus diganti baru.

”Kami berharap kerjasama masyarakat setempat untuk bisa melakukan perbaikan. Karena faktor cuaca juga bisa menjadi hambatan dalam proses perbaikan,” ungkapnya. (mas/hn)

SUMBER, Radar Bromo – Petugas PLN langsung turun ke Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, begitu mengetahui ada 12 tiang listrik yang roboh. Sejak Minggu (3/11) pagi, petugas naik ke Sumber untuk mengecek dan dilanjutkan perbaikan.

Manager Bagian Jaringan PLN Pasuruan Muhammad Zainuri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya langsung merespons robohnya 12 tiang listrik di Sumber. Petugas langsung ke lokasi kejadian untuk mengecek kerusakan dan melakukan perbaikan. Minggu pagi, sebagian tim PLN ada di lokasi dan sebagian lagi di kantor PLN untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan petugas di lapangan.

”Tidak semua petugas ke atas (Sumber, Red.). Sebagian tim kami ada di kantor. Mereka menyiapkan peralatan dan barang-barang yang dibutuhkan. Supaya tidak bolak-balik naik turun. Sebab, lokasinya cukup jauh,” terangnya.

Dari hasil pengecekan diketahui, dua dari 12 tiang listrik yang roboh, tidak dapat digunakan lagi. Sebab, tiang listrik itu patah.

Perbaikan pun langsung dilakukan di lapangan. Diperkirakan, perbaikan butuh waktu dua sampai tingga hari. Sebab, pihaknya harus mendatangkan alat dari Surabaya untuk mengangkut tiang listrik yang patah dan memulihkan tiang-tiang listrik yang roboh.

Zainuri menjelaskan, dampak 12 tiang listrik yang roboh di tiga desa membuat 28 trafo pun padam. Sehingga, jaringan listrik ke sekitar 5.600 pelanggan juga padam. PLN pun mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta akibat kejadian ini. Sebab, dua tiang listrik patah dan tidak bisa digunakan lagi.

”Kami masih proses mendatangkan alat crane untuk mengembalikan tiang listrik dalam kondisi normal. Termasuk proses mengangkut tiang listrik baru untuk mengganti tiang listrik yang patah,” terangnya.

Ditambahkannya, proses perbaikan jaringan listrik yang padam akibat tiang roboh, membutuhkan waktu. Diperkirakan recovery jaringan listrik sekitar 2 sampai 3 hari lamanya. Mengingat, tiang listrik yang roboh ada 12 buah di tiga desa. Ditambah, dua tiang listrik yang patah harus diganti baru.

”Kami berharap kerjasama masyarakat setempat untuk bisa melakukan perbaikan. Karena faktor cuaca juga bisa menjadi hambatan dalam proses perbaikan,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/