alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Pemkot Probolinggo Benahi TPS Ilegal di Jati

MAYANGAN, Radar Bromo – Tempat Penampungan Sampah (TPS) ilegal di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sempat dikeluhkan warga. Namun, TPS ini malah dibenahi oleh Pemkot. Mulai dari pengerukan sampah, penempatan bak sampah, sampai dibangun drainase.

“Sempat viral di Kota Probolinggo, kawasan kumuh di Merpati. Di mana caption-nya, selama 20 tahun pemerintah kota tidak bisa mengatasi sampah di kawasan Merpati,” ujar Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri dalam Workshop Kotaku di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Senin (2/9).

Menurutnya, di Merpati ada sebidang tanah yang informasinya adalah rawa. Kemudian dibuangi sampah dan sejauh ini masih dibuangi sampah. “Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik, DLH tahun ini bisa mengatasi. TPS yang itu dikeruk dan dibersihkan, serta ditempatkan gerobak sampah,” ujarnya.

Tidak hanya dikeruk, menurutnya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Probolinggo juga berupaya menata kawasan di sekitar TPS ilegal di Kelurahan Jati itu. Salah satunya dengan membangun drainase untuk melancarkan arus air.

“Kami berencana membangun drainase di sekitar TPS. Namun, masih terkendala dengan lahan masyarakat,” ujar Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Perkim Kota Probolinggo Abdul Kholiq. Ia mengaku, masih melakukan pendekatan terhadap warga di sekitar TPS untuk bisa membangun drainase.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu lahan milik warga yang sebelumnya rawa-rawa, telah puluhan tahun digunakan sebagai TPA ilegal. Keberadaannya sempat memancing protes warga sekitar. Sebab, mengganggu drainase lingkungan yang berakibat banjir. Selain itu, sampah di TPS ini sering dibakar sehingga makin mengganggu. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Tempat Penampungan Sampah (TPS) ilegal di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sempat dikeluhkan warga. Namun, TPS ini malah dibenahi oleh Pemkot. Mulai dari pengerukan sampah, penempatan bak sampah, sampai dibangun drainase.

“Sempat viral di Kota Probolinggo, kawasan kumuh di Merpati. Di mana caption-nya, selama 20 tahun pemerintah kota tidak bisa mengatasi sampah di kawasan Merpati,” ujar Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri dalam Workshop Kotaku di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Senin (2/9).

Menurutnya, di Merpati ada sebidang tanah yang informasinya adalah rawa. Kemudian dibuangi sampah dan sejauh ini masih dibuangi sampah. “Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik, DLH tahun ini bisa mengatasi. TPS yang itu dikeruk dan dibersihkan, serta ditempatkan gerobak sampah,” ujarnya.

Tidak hanya dikeruk, menurutnya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Probolinggo juga berupaya menata kawasan di sekitar TPS ilegal di Kelurahan Jati itu. Salah satunya dengan membangun drainase untuk melancarkan arus air.

“Kami berencana membangun drainase di sekitar TPS. Namun, masih terkendala dengan lahan masyarakat,” ujar Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Perkim Kota Probolinggo Abdul Kholiq. Ia mengaku, masih melakukan pendekatan terhadap warga di sekitar TPS untuk bisa membangun drainase.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu lahan milik warga yang sebelumnya rawa-rawa, telah puluhan tahun digunakan sebagai TPA ilegal. Keberadaannya sempat memancing protes warga sekitar. Sebab, mengganggu drainase lingkungan yang berakibat banjir. Selain itu, sampah di TPS ini sering dibakar sehingga makin mengganggu. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/