alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

PNS di Pemkot Pasuruan Wajib Berbusana Muslim Tiap Jumat, Bagaimana dengan yang Nonmuslim?

PANGGUNGREJO – Pakaian Dinas Harian (PDH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan dipastikan bertambah. Pasalnya, Pemkot mengimbau ASN untuk menggunakan busana muslim setiap hari Jumat.

Kabag Organisasi Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat membenarkan imbauan ini. Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo tentang perubahan penggunaan pakaian dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Dalam edaran ini dijelaskan, jika PDH ditambahkan satu jenis yaitu pakaian khas daerah. Pakaian khas daerah ini adalah pakaian seragam yang menggunakan model baju muslim bagi pria dan wanita beserta kelengkapannya.

“SE ini berlaku sejak Jumat pekan ini. Yaitu tanggal 5 Juli. Jadi bagi pria dan wanita beragama Islam, diimbau untuk menggunakan busana muslim setiap hari Jumat sebagai pakaian khas daerah,” ungkapnya.

Kokoh-sapaan akrabnya-menjelaskan PDH khas daerah bagi pria muslim adalah kopiah hitam polos, baju koko model lengan panjang polos warna putih, celana panjang warna gelap, sepatu warna hitam dan kaos kaki warna hitam disertai lencana KORPRI dan papan nama.

Bagi wanita muslim adalah jilbab polos, kemeja panjang berwarna putih, celana warna gelap, sepatu warna hitam dan disertai lencana KORPRI dan papan nama. Bagi pria non muslim menggunakan kemeja putih panjang, celana panjang gelap tanpa kopiah.

Sementara, wanita non muslim menggunakan kemeja warna putih panjang, rok gelap panjang tanpa menggunakan hijab. Menurutnya, jika ASN tidak menggunakan pakaian sesuai aturan ini, maka kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berhak memberikan sanksi.

“Bagi non muslim ya menyesuaikan sesuai dengan edaran. Tetap panjang dan sopan walaupun tidak mengenakan kopiah dan jilbab. Ini sebagai bentuk komitmen Pemkot mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Santri,” sebut Kokoh. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PWI Probolinggo Bangkit setelah 10 Tahun Vakum  

General Manager Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti, terpilih sebagai ketua PWI Probolinggo Persiapan.

Penuhi Syarat, JMSI Serahkan Berkas Pendaftaran ke Dewan Pers

Dideklarasikan 8 Februari 2020, dalam waktu singkat JMSI dapat memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.