Sejumlah Travel Kebingungan Proses Refund Visa Umrah dan Reschedule

PASURUAN, Radar Bromo – Sejumlah travel umrah masih kebingungan menunggu proses refund biaya visa umrah dan reschedule jadwal umrah. Memang, Pemerintah Arab Saudi memastikan akan mengganti biaya visa umrah. Namun, travel masih menunggu petunjuk teknis (juknis) refund.

Salah satunya seperti yang dialami Travel Mastour Pasuruan. Rima Zahara, administrator Mastour mengatakan, di travel-nya keberangkatan terdekat adalah tanggal 5 Maret. Karena itu, semua biaya visa dan tiket sudah dibayarkan. Namun, sampai kemarin belum ada kejelasan kapan kegiatan umrah bisa dibuka kembali.

“Paling dekat calon jamaah umrah di kami, tanggal 5 Maret berangkat. Tapi, kemungkinan tipis bisa berangkat. Sebab, informasinya ditutup beberapa minggu. Itu pun bisa saja diperpanjang menunggu informasi resmi dari Arab Saudi,” terangnya.

Saat ini pihaknya masih koordinasi dengan Mastour Pusat di Jakarta untuk memastikan proses refund biaya visa umrah. Total menurutnya, ada seribu jamaah dari Travel Mastour yang akan berangkat.

“Minggu depan baru akan dirapatkan, terkait rencana refund dan reschedule. Jadi, sementara ini masih terus koordinasi ke jamaah umrah. Dan Alhamdullilah, jamaah mau mengerti pembatalan keberangkatan umrah,” terangnya.

Di sisi lain, Mastour Pasuruan sementara ini juga menyetop pendaftaan jamaah umrah baru. “Kalau ada yang daftar, kami data saja dulu. Tapi kalau mau menunggu setelah dibuka oleh Arab Saudi,” terangnya.

Aboe Nasir Mazied, kepala perwakilan PT Yamasa mengatakan, saat ini juga masih menunggu refund dan reschedule. “Untuk visa umrah tanggal 12 Maret, saat kami ajukan memang ditolak. Sebab, saat itu sudah ada penutupan umrah. Namun tiket yang sudah di-booking, akan ada informasi reschedule dari Saudi Arabian Airlines,” terangnya.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan membenarkan adanya informasi refund visa umrah. “Untuk refund akan langsung ke kedutaan dan pihak travel sendiri. Sementara ini Kemenag belum mengakomodasi jika ada ganti rugi,” terangnya.

Sedangkan reschedule sementara ini informasinya memang hanya Saudi Arabian Airlines. Namun, untuk akomodasi mulai hotel, katering, dan sebagainya belum ada informasi apakah ada ganti rugi atau reschedule. (eka/hn)