alexametrics
24C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Harga Cabai Rawit di Probolinggo Turun Jadi Rp 20 Ribu per Kilo

KADEMANGAN, Radar Bromo – Para penikmat makanan pedas kini bisa bernapas lega. Harga cabai rawit di Kota Probolinggo yang sempat melambung pada akhir 2019, kini mulai landai. Selasa (3/3), harga cabai rawit di pasaran sudah turun hanya Rp 20.000 per kilogram.

“Sekarang harga cabai rawit murah, di Pasar Baru tadi (kemarin) kulakan Rp 20 ribu per kilogram. Sudah mulai turun sejak pertengahan Februari,” ujar pedagang bahan makan di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Lilis Arini, 40.

Pada awal Februari, harga cabai rawit di Pasar Baru, Kota Probolinggo, sempat menyentuh Rp 70 ribu per kilogram. Lilis mengatakan, turunnya harga cabai rawit karena pasokannya dari pengepul banyak. “Kalau dari pedagang tempat saya kulakan, katanya pasokannya lancar dari pengepul. Harga dari pengepul sendiri sudah turun. Makanya, pedagang juga menurunkan harga jualnya,” ujarnya.

Sebagai pengecer, Lilis menjual cabai rawit kepada konsumen rumah tangga Rp 5.000 per kemasan plastik. Karena harganya semakin murah, isi per kemasan semakin banyak. “Kalau waktu cabai rawit harga Rp 70 ribu per kilogram, satu plastik isinya paling banyak 10-15 biji. Kalau murah seperti sekarang bisa lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo ada sejumlah komoditas pangan yang harganya turun signifikan. Salah satunya cabai rawit. “Kemarin (Senin), kami turun ke pasar harga cabai rawit sudah Rp 20.000 per kilogram. Cabai rawit komoditas penyumbang deflasi tertinggi pada Februari,” ujar Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Probolinggo Moch. Machsus.

Meski cabai rawit menyumbang deflasi yang besar, belum mampu menekan laju inflasi di Kota Probolinggo. Pada Februari, inflasi Kota Probolinggo hanya turun 1 persen dibanding pada Januari. Pada Januari mencapai 0,40 persen dan bulan kemarin 0,39 persen.

“Pada Februari bawang putih menjadi komoditas penyumbang inflasi. Salah satunya karena terdampak isu wabah korona yang membuat harganya naik,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU