Beras dan Telur Sering Habis, Dinsos Bakal Evaluasi Agen BPNT

PASURUAN – Sejumlah keluhan tentang agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) setempat berencana mengevaluasi agen yang menyalurkan beras dan telur untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT ini.

Seperti disampaikan Gunawan Wicaksono, Plt kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, sejak program beras sejahtera (rastra) atau raskin beralih ke BPNT, daerah terus menambah jumlah agen BPNT. Agen BPNT inilah yang jadi jujukan KPM untuk mencairkan kuota beras dan telur yang diberikan oleh pemerintah.

“KPM atau penerima menukarkan kuota mereka Rp 110 ribu menjadi beras atau telur setiap bulannya. Namun, kadang kala ada kendala di lapangan. Karena di agen kadang kuota beras habis atau telur habis, padahal harusnya selalu tersedia,” terangnya.

Hal inilah yang sering kali menjadi keluhan atau laporan dari bawah. Baik dari KPM ataupun dari desa yang mendapatkan laporan warga.

Bahkan, menurut Gunawan, kadang kualitas beras dan telur tidak sesuai standar yang ditentukan. Karena itu, Dinsos perlu mengevaluasi agen BPNT agar KPM bisa mendapatkan haknya.

Untuk langkah evaluasi ini, Dinsos bakal bekerja sama dengan BNI yang membina agen BPNT di daerah. Harapannya, agen BPNT benar-benar sudah dikontrol.

“Jangan sampai karena target menambah agen BPNT sebanyak-banyaknya, tapi malah serampangan,” terangnya.

Sejak awal Mei lalu, agen BPNT memang perlahan terus ditambah. Sampai akhir Februari ada 331 agen BPNT di daerah.

“Agar agen yang ada ini benar-benar yang terbaik, perlu ada evaluasi. Agar bisa memberikan kuota beras dan telur kepada KPM dan stok ada terus sehingga tidak mengecewakan KPM yang mau menukarkan beras dan telur,” pungkasnya. (eka/fun)