alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Budi Daya Ikan Air Tawar di Kota Pasuruan Lampaui Target

BUGULKIDUL – Sepanjang tahun 2018, hasil budi daya perikanan di Kota Pasurun cukup membanggakan. Dari target 1.732 ton, hasilnya mencapai 1.750 ton. Tingginya produktivitas budi daya ini disebabkan penggunaan teknik polikultur.

Kabid Budi Daya Dinas Perikanan Kota Pasuruan Dyah Ekawati mengatakan, produksi budi daya perikanan melampaui target. Capaian ini paling tinggi berasal dari sejumlah komoditas unggulan, seperti bandeng yang mencapai 631,79 ton dan lele yang mencapai 57,788 ton.

“Budi daya tambak masih menjadi primadona. Yakni, komoditas bandeng yang paling tinggi. Dengan luas areal tambak di Kota Pasuruan mencapai 540 hektare, capaiannya sebesar 631,79 ton,” ujarnya.

Dyah-sapaan akrabnya- menjelaskan, tingginya produksi budi daya ini disebabkan pengembangan budi daya menggunakan teknik polikultur. Yakni, satu kolam bisa digunakan untuk tiga komoditas. Misalnya, dalam satu kolam dibudidayakan udang, bandeng, dan gurami sekaligus.

Saat ini, teknik ini masih berupa percontohan pada satu kelompok dengan bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Namun, ke depan teknik ini akan diimplementasikan secara luas kepada kelompok lainnya. Sehingga, hasil budi daya bisa semakin maksimal.

“Tingginya produktivitas ini bisa semakin mensejahterakan para pembudidaya tambak. Sejauh ini, hasil budi daya asal Kota Pasuruan dijual ke luar wilayah seperti Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (riz/fun)

BUGULKIDUL – Sepanjang tahun 2018, hasil budi daya perikanan di Kota Pasurun cukup membanggakan. Dari target 1.732 ton, hasilnya mencapai 1.750 ton. Tingginya produktivitas budi daya ini disebabkan penggunaan teknik polikultur.

Kabid Budi Daya Dinas Perikanan Kota Pasuruan Dyah Ekawati mengatakan, produksi budi daya perikanan melampaui target. Capaian ini paling tinggi berasal dari sejumlah komoditas unggulan, seperti bandeng yang mencapai 631,79 ton dan lele yang mencapai 57,788 ton.

“Budi daya tambak masih menjadi primadona. Yakni, komoditas bandeng yang paling tinggi. Dengan luas areal tambak di Kota Pasuruan mencapai 540 hektare, capaiannya sebesar 631,79 ton,” ujarnya.

Dyah-sapaan akrabnya- menjelaskan, tingginya produksi budi daya ini disebabkan pengembangan budi daya menggunakan teknik polikultur. Yakni, satu kolam bisa digunakan untuk tiga komoditas. Misalnya, dalam satu kolam dibudidayakan udang, bandeng, dan gurami sekaligus.

Saat ini, teknik ini masih berupa percontohan pada satu kelompok dengan bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Namun, ke depan teknik ini akan diimplementasikan secara luas kepada kelompok lainnya. Sehingga, hasil budi daya bisa semakin maksimal.

“Tingginya produktivitas ini bisa semakin mensejahterakan para pembudidaya tambak. Sejauh ini, hasil budi daya asal Kota Pasuruan dijual ke luar wilayah seperti Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/