alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Ada Pemutihan, Pembayar Pajak Motor Naik Signifikan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pembayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Probolinggo naik signifikan. Kenaikan ini ditengarai adanya program pemutihan dari Pemprov Jatim yang dilakukan sejak September lalu.

Menurut Budi Witjaksono, Bidang Pendataan dan Penetapan Badan Bendapatan Daerah (Bapenda) Probolinggo, hingga Oktober, total jumlah nominal pembayar pajak kendaraan bermotor Rp 184.166.427.011. “Jumlah pembayar pajak, terus meningkat, mengingat September sudah awal pemutihan” ujarnya.

Kenaikan jumlah pembayar pajak ini sejatinya sudah mulai terasa sebelum ada program pemutihan. Bapenda meyakini, adanya akses pembayaran yang mudah juga ikut menjadi faktor. “Seperti dua mobil samsat keliling yang beroperasi di beberapa daerah. Puncaknya, kami prediksi hingga Desember hingga selesai pemutihan,” ujarnya.

Selain samsat keliling, pihaknya juga menambah 1 mobil keliling yang dialihfungsikan seperti samsat keliling. Mobil keliling ini menjangkau daerah-daerah dengan medan yang susah seperti Kecamatan Sumber.

Dalam meningkatkan pembayaran pajak kendaraan bermotor, pihaknya juga turun langsung ke beberapa daerah dan membuka lapak pelayanan pembayaran kendaraan bermotor. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. “Setidaknya ada Rp. 29.576.300 hasil pembayaran pajak waktu itu,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diiringi dengan tes kesehatan kesehatan gratis bagi warga yang melakukan pembayaran pajak bermotor. “Itu dilakukan sebagai apresiasi kepada warga yang membayar. Juga, untuk meningkatkan minat kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau terhadap masyarakat, sesuai peraturan Gubenur No 55 Tahun 2019, tentang pembebasan pajak daerah untuk rakyat Jatim, agar cepat menyelesaikan pembayaran maupun balik nama kendaraan bermotornya. “Telat satu hari saja sudah akan dipungut biaya dan denda seperti biasanya,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemutihan kendaraan bermotor dimulai dari tanggal 23 September hingga 14 Desember, dengan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor atas penyerahan kedua (BBN II) dan seterusnya. Serta bebas sanksi administratif pajak kendaraan bermotor, BBN kendaraan bermotor. Termasuk jika ada tunggakan pembayaran pajak. (mg1/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pembayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Probolinggo naik signifikan. Kenaikan ini ditengarai adanya program pemutihan dari Pemprov Jatim yang dilakukan sejak September lalu.

Menurut Budi Witjaksono, Bidang Pendataan dan Penetapan Badan Bendapatan Daerah (Bapenda) Probolinggo, hingga Oktober, total jumlah nominal pembayar pajak kendaraan bermotor Rp 184.166.427.011. “Jumlah pembayar pajak, terus meningkat, mengingat September sudah awal pemutihan” ujarnya.

Kenaikan jumlah pembayar pajak ini sejatinya sudah mulai terasa sebelum ada program pemutihan. Bapenda meyakini, adanya akses pembayaran yang mudah juga ikut menjadi faktor. “Seperti dua mobil samsat keliling yang beroperasi di beberapa daerah. Puncaknya, kami prediksi hingga Desember hingga selesai pemutihan,” ujarnya.

Selain samsat keliling, pihaknya juga menambah 1 mobil keliling yang dialihfungsikan seperti samsat keliling. Mobil keliling ini menjangkau daerah-daerah dengan medan yang susah seperti Kecamatan Sumber.

Dalam meningkatkan pembayaran pajak kendaraan bermotor, pihaknya juga turun langsung ke beberapa daerah dan membuka lapak pelayanan pembayaran kendaraan bermotor. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Paiton beberapa waktu lalu. “Setidaknya ada Rp. 29.576.300 hasil pembayaran pajak waktu itu,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diiringi dengan tes kesehatan kesehatan gratis bagi warga yang melakukan pembayaran pajak bermotor. “Itu dilakukan sebagai apresiasi kepada warga yang membayar. Juga, untuk meningkatkan minat kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau terhadap masyarakat, sesuai peraturan Gubenur No 55 Tahun 2019, tentang pembebasan pajak daerah untuk rakyat Jatim, agar cepat menyelesaikan pembayaran maupun balik nama kendaraan bermotornya. “Telat satu hari saja sudah akan dipungut biaya dan denda seperti biasanya,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemutihan kendaraan bermotor dimulai dari tanggal 23 September hingga 14 Desember, dengan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor atas penyerahan kedua (BBN II) dan seterusnya. Serta bebas sanksi administratif pajak kendaraan bermotor, BBN kendaraan bermotor. Termasuk jika ada tunggakan pembayaran pajak. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/