Dewan Tak Setujui Beli Mobil Tera, Ini Alasannya

JEMPUT BOLA: Petugas penera melakukan pengukuran timbangan milik pedagang di pasar Kebonagung. Lantaran belum memiliki mobil tera, petugas tera dari Disperindag mengandalkan jemput bola dengan datang ke lokasi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Rencana pengadaan mobil untuk pelayanan tera ulang urung dilakukan tahun ini. Pemkot menyebut pengajuan melalui perubahan APBD (P-APBD) 2018 tidak disetujui.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, awalnya Pemkot mendapatkan anggaran Rp 1 miliar untuk pengadaan mobil tera ulang melalui dana alokasi khusus (DAK). Namun, karena keterbatasan waktu, maka penyerapannya pun tidak bisa dilakukan.

Akhirnya, pengadaan mobil ini dilakukan melalui APBD dengan mengajukan P-APBD 2018. Namun, di detik-detik terakhir pengesahan, anggaran untuk pengadaannya tidak disetujui. Sehingga, pengadaan ini urung dilakukan tahun ini.

Ia mengaku pengadaan mobil tera ulang diperuntukkan agar pelayanan menjadi lebih maksimal. Karena itu, pihaknya bakal memaksimalkan dua tenaga penera yang dimiliki dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Kami ajukan kembali dalam P-APBD 2018, tapi entah kenapa tiba-tiba pengajuan itu menguap begitu saja,” jelas Ayik -sapaan akrabnya-.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi membenarkan jika pengajuan mobil tera ulang dalam P-APBD 2018 tidak disetujui. Pasalnya, mobil tera ulang ini merupakan mobil khusus dengan sejumlah spesifikasi untuk kepentingan masyarakat.

“Ini kan anggarannya di atas Rp 200 juta. Belum lagi mobil yang mau diadakan itu mobil spesifikasi khusus. Kalau tetap diluluskan, sulit untuk terserap maksimal, sebab harus lewat tahap lelang,” jelasnya. (riz/fun)