alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Siapkan Ruang Tahanan di UKK Keimigrasian

DRINGU, Radar Bromo – Persiapan pengoperasian Unit Kerja Keimigrasian di Kabupaten Probolinggo, terus dimatangkan. Rabu (2/10), Kepala Kantor Imigrasi Malang Novianto Sulastono, kembali mengecek kesiapan Kantor UKK di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo.

Kepala Kantor Imigrasi Malang Novianto Sulastono mengatakan, pelayanan UKK merupakan cikal-bakal berdirinya kantor imigrasi kelas 3 di Kabupaten Probolinggo. Pelayanan yang diberikan sama dengan pelayanan kantor imigrasi di Indonesia. Untuk warga negara Indonesia (WNI) ada pelayanan paspor dan untuk warga negara asing (WNA) berkaitan dengan izin tinggal keimigrasian. “Kami meninjau sejauh mana progresnya dan kesiapannya sebelum launching. Insyaallah akan dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November,” ujarnya.

Menurutnya, UKK Probolinggo nantinnya akan menjadi kantor imigrasi kelas I Tempat Pelayanan Imigrasi (TPI) Malang UKK di Kabupaten Probolinggo. Kini, ruangan yang dibangun disesuaikan dengan standar pelayanan kantor keimigrasian seperti di Malang.

Di sana, nantinya akan ada ruang tunggu, tempat penerimaan berkas, ruang wawancara, ruang foto, ruang server, serta ada ruang tahanan sebagai tempat penindakan keimigrasian. “Dengan adanya UKK di Kabupaten Probolinggo, ini tentu akan mengurangi volume pelayanan di Kantor Imigrasi Malang yang saat ini sudah overload. Jika ada pengurangan volume pekerjaan, pelayanan menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno mengatakan, UKK ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, warga Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya, bisa mendapatkan kemudahan akses pelayanan keimigrasian, baik WNI maupun WNA.

“Saat ini pengurusan paspor masih jauh, membutuhkan waktu dan biaya. Dengan pembangunan UKK ini, nanti memberikan kemudahan akses dan pelayanan,” ujarnya.

Menurutnya, UKK ini didirikan karena antusiasme warga untuk membuat paspor sangat tinggi. Terutama paspor untuk keperluan ibadah haji dan umrah. “UKK di Jawa Timur hanya ada satu, di Bojonegoro. Jika UKK kabupaten sudah selesai, maka Kabupaten Probolinggo menjadi yang kedua,” ujarnya.

Untuk mempersiapkan pengelolaan UKK, Pemkab sudah melakukan bimbingan teknis fungsi keimigrasian bagi aparatus sipil negara (ASN) yang diperbantukan untuk memberikan pelayanan di UKK. “Sepuluh ASN nanti diperbantukan di UKK dibantu empat pegawai Keimigrasian Malang. Kami harap layanan keimigrasian dapat diberikan secara maksimal,” ujarnya. (ar/rud/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Persiapan pengoperasian Unit Kerja Keimigrasian di Kabupaten Probolinggo, terus dimatangkan. Rabu (2/10), Kepala Kantor Imigrasi Malang Novianto Sulastono, kembali mengecek kesiapan Kantor UKK di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo.

Kepala Kantor Imigrasi Malang Novianto Sulastono mengatakan, pelayanan UKK merupakan cikal-bakal berdirinya kantor imigrasi kelas 3 di Kabupaten Probolinggo. Pelayanan yang diberikan sama dengan pelayanan kantor imigrasi di Indonesia. Untuk warga negara Indonesia (WNI) ada pelayanan paspor dan untuk warga negara asing (WNA) berkaitan dengan izin tinggal keimigrasian. “Kami meninjau sejauh mana progresnya dan kesiapannya sebelum launching. Insyaallah akan dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November,” ujarnya.

Menurutnya, UKK Probolinggo nantinnya akan menjadi kantor imigrasi kelas I Tempat Pelayanan Imigrasi (TPI) Malang UKK di Kabupaten Probolinggo. Kini, ruangan yang dibangun disesuaikan dengan standar pelayanan kantor keimigrasian seperti di Malang.

Di sana, nantinya akan ada ruang tunggu, tempat penerimaan berkas, ruang wawancara, ruang foto, ruang server, serta ada ruang tahanan sebagai tempat penindakan keimigrasian. “Dengan adanya UKK di Kabupaten Probolinggo, ini tentu akan mengurangi volume pelayanan di Kantor Imigrasi Malang yang saat ini sudah overload. Jika ada pengurangan volume pekerjaan, pelayanan menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno mengatakan, UKK ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, warga Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya, bisa mendapatkan kemudahan akses pelayanan keimigrasian, baik WNI maupun WNA.

“Saat ini pengurusan paspor masih jauh, membutuhkan waktu dan biaya. Dengan pembangunan UKK ini, nanti memberikan kemudahan akses dan pelayanan,” ujarnya.

Menurutnya, UKK ini didirikan karena antusiasme warga untuk membuat paspor sangat tinggi. Terutama paspor untuk keperluan ibadah haji dan umrah. “UKK di Jawa Timur hanya ada satu, di Bojonegoro. Jika UKK kabupaten sudah selesai, maka Kabupaten Probolinggo menjadi yang kedua,” ujarnya.

Untuk mempersiapkan pengelolaan UKK, Pemkab sudah melakukan bimbingan teknis fungsi keimigrasian bagi aparatus sipil negara (ASN) yang diperbantukan untuk memberikan pelayanan di UKK. “Sepuluh ASN nanti diperbantukan di UKK dibantu empat pegawai Keimigrasian Malang. Kami harap layanan keimigrasian dapat diberikan secara maksimal,” ujarnya. (ar/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/