alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Rehab Pasar Mebel Bukir yang Terbakar Diusulkan di APBD 2020

GADINGREJO, Radar Bromo – Rencana perbaikan Pasar Mebel Bukir yang terbakar, beberapa waktu lalu akhirnya mendapat kejelasan. Setelah tertunda tahun ini, rehab Pasar Mebel Bukir bakal dilakukan tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, rehab Pasar Mebel Bukir akan dilakukan tahun 2020 mendatang. Rencananya, rehab ini akan dibiayai sepenuhnya oleh APBD 2O20.

“Rehab Pasar Mebel Bukir tetap mendapatkan perhatian dari kami. Kami mohon pedagang untuk lebih bersabar. Insyaallah, kami ajukan dalam APBD 202O,” ungkapnya.

Ayik –sapaan akrabnya- menjelaskan, pengajuan melalui APBD ini untuk memudahkan rehab yang dilaksanakan oleh Pemkot. Sehingga, pihaknya bisa melaksanakan rehab di awal tahun anggaran. Dengan begitu, rehab tidak lagi molor seperti dua tahun terakhir.

Ia menyebut, awalnya Pemkot berencana membangun relokasi sementara bagi pedagang mebel bukir korban kebakaran pada 2017. Namun, rencana ini urung sebab keterbatasan waktu karena Pemkot sempat menunggu hasil labfor dari Polda turun.

Karena itu, pada 2018 lalu, Pemkot mengajukan anggaran rehab melalui dana alokasi khusus (DAK). Namun, gagal karena Pemkot masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat terlebih dahulu. Sebab, juknis baru turun di pertengahan tahun anggaran. Sementara pengajuan tahun 2019 tidak turun.

“Kondisi ini sedikit banyak membuat rehab belum bisa terealisasi. Sementara, pencairan DAK itu ada batas waktunya. Makanya, kami berencana untuk menggunakan APBD saja,” sebut Ayik.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengaku, pihaknya tidak mempermasalahkan sumber anggaran yang digunakan untuk rehab nantinya. Pihaknya hanya berharap agar rehab ini dapat segera terealisasi.

“Tentunya kami ingin aktivitas perdagangan mebel di Pasar Mebel Bukir pulih seperti sedia kala. Kalau memang Pemkot ingin menggunakan APBD, tidak menjadi masalah,” terangnya. (riz/mie)

GADINGREJO, Radar Bromo – Rencana perbaikan Pasar Mebel Bukir yang terbakar, beberapa waktu lalu akhirnya mendapat kejelasan. Setelah tertunda tahun ini, rehab Pasar Mebel Bukir bakal dilakukan tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, rehab Pasar Mebel Bukir akan dilakukan tahun 2020 mendatang. Rencananya, rehab ini akan dibiayai sepenuhnya oleh APBD 2O20.

“Rehab Pasar Mebel Bukir tetap mendapatkan perhatian dari kami. Kami mohon pedagang untuk lebih bersabar. Insyaallah, kami ajukan dalam APBD 202O,” ungkapnya.

Ayik –sapaan akrabnya- menjelaskan, pengajuan melalui APBD ini untuk memudahkan rehab yang dilaksanakan oleh Pemkot. Sehingga, pihaknya bisa melaksanakan rehab di awal tahun anggaran. Dengan begitu, rehab tidak lagi molor seperti dua tahun terakhir.

Ia menyebut, awalnya Pemkot berencana membangun relokasi sementara bagi pedagang mebel bukir korban kebakaran pada 2017. Namun, rencana ini urung sebab keterbatasan waktu karena Pemkot sempat menunggu hasil labfor dari Polda turun.

Karena itu, pada 2018 lalu, Pemkot mengajukan anggaran rehab melalui dana alokasi khusus (DAK). Namun, gagal karena Pemkot masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat terlebih dahulu. Sebab, juknis baru turun di pertengahan tahun anggaran. Sementara pengajuan tahun 2019 tidak turun.

“Kondisi ini sedikit banyak membuat rehab belum bisa terealisasi. Sementara, pencairan DAK itu ada batas waktunya. Makanya, kami berencana untuk menggunakan APBD saja,” sebut Ayik.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengaku, pihaknya tidak mempermasalahkan sumber anggaran yang digunakan untuk rehab nantinya. Pihaknya hanya berharap agar rehab ini dapat segera terealisasi.

“Tentunya kami ingin aktivitas perdagangan mebel di Pasar Mebel Bukir pulih seperti sedia kala. Kalau memang Pemkot ingin menggunakan APBD, tidak menjadi masalah,” terangnya. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/