Berkat Inovasi Puskesmas, Tahun 2019 Nihil Kematian Ibu-Bayi di Tosari

TOSARI, Radar Bromo – Tosari adalah wilayah dataran tinggi di Kabupaten Pasuruan yang memiliki 8 desa. Dari beberapa desa tersebut, ada beberapa wilayah yang letaknya sedikit berjauhan dengan fasilitas kesehatan, sehingga banyak ibu hamil yang kesusahan untuk menjangkau ke Puskesmas karena masih harus menunggu suaminya libur kerja atau menunggu ojek.

Dari sinilah Puskesmas Tosari dalam rapat lintas program pada tahun 2019 berinisiatif membentuk program inovasi yang di sebut dengan ADU GEDE. Sebuah program untuk menjangkau ibu hamil yang letaknya jauh dari pelayanan puskesmas.

ADU GEDE yaitu kepanjangan dari ANC (Antenatal Care, Red) Terpadu Bergerak ke Desa merupakan inovasi dari program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan bersinergi dengan beberapa pemegang program lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan angka kunjungan pertama (K1) yang dilakukan pemeriksaan lab secara lengkap, menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan.

“Program ini mempersiapkan ibu untuk masa nifas dan pemberian ASI eksklusif dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta memberikan informasi isu terkini kesehatan,” beber dr Ragil, Kepala Puskesmas Tosari.

Adapun sasarannya memang sesuai dengan Antenatal Care (ANC), yang merupakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan, untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil. ANC terpadu juga merupakan sebuah kegiatan yang ada di Puskesmas Tosari dan wajib dilakukan oleh ibu hamil tanpa terkecuali karena pemeriksaan demi keselamatan ibu dan janin.

“Yang ikut merupakan tim petugas puskesmas, terdiri dari dokter umum, dokter gigi, bidan, petugas gizi, petugas laboratorium dan petugas promkes. Petugas berangkat bersama-sama dengan memanfaatkan mobil ambulans puskesmas,” beber dr Ragil.

Kegiatan itu sudah berjalan pada akhir tahun. Untuk kegiatannya dijadwalkan untuk beberapa desa dengan beberapa kriteria yang sudah dibentuk oleh puskesmas dan juga menyesuaikan kegiatan tim yang di puskesmas, sehingga tidak mengganggu kegiatan pelayanan yang ada di puskesmas. Pembagian tim bertugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Program ADU GEDE merupakan inovasi puskesmas, yang sukses dilakukan oleh teman-teman tim yang di lapangan. Kesuksesannya seperti pada tahun 2019, karena tidak ada kejadian kematian ibu. Semua ini juga tidak lepas dari kerja sama para bidan yang sudah mengabdi banyak di desa. Program ini sudah disosialisasikan kepada lintas sektor juga,” pungkas dr Ragil. (eka/fun)