alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Hutan di Kawasan Perhutani Sumber Probolinggo Hangus Terbakar

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Perhutani di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, masih terus terjadi. Jumat (1/11), kembali terjadi kebakaran di wilayah RPH Perhutani Sumber. Kebakaran terjadi di dua lokasi sekaligus.

Yaitu, di Dusun Kali Cilik dan Dusun Tempuran, Desa Sumber, Kecamatan Sumber. Kebakaran ini terjadi di wilayah hutan pinus di Petak 40 G.

Kebakaran pertama terjadi di Dusun Tempuran, sekitar pukul 07.00. Setelah itu, sekitar pukul 12.00 kebakaran juga terjadi di Dusun Kali Cilik.

Kapolsek Sumber Iptu Sono menyebut, kebakaran itu terjadi di dua tempat. “Di Dusun Tempuran, sekitar 1 hektare lahan yang terbakar. Untuk Dusun Kali Cilik tidak seluas di Dusun Tempuran,” ujarnya.

Di dua wilayah itu, api membakar kayu, ranting pohon, dan ilalang yang kering. Api juga membakar sebagian pohon pinus yang ditanam Perhutani.

“Memang kawasan pohon pinus yang terbakar. Sehingga kebakaran juga membakar sebagian pohon. Namun, untuk api kebanyakan membakar daun dan ranting,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi di dusun tempuran, berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Sedangkan untuk Dusun Kali Cilik, pemadaman butuh waktu sebentar saja. Sebab, api diguyur hujan.

“Kebakaran pertama, pada pukul 08.00 sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan kebakaran yang kedua butuh waktu sebentar pemadamannya,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi, lanjut Sono, disebabkan karena ada warga yang sengaja membakar di satu titik. Api kemudian menyebar. “Diduga ada warga yang sengaja membakar untuk bertanam rumput gajah, sehingga meluas dan menyebar,” ujarnya.

Kebakaran disebabkan warga itu memang sering terjadi. Sebab, di wilayah itu memang banyak tempat ditanami rumput gajah. Rumput gajah yang dipanen biasanya dijual atau digunakan sendiri untuk pakan ternak.

“Sudah menjadi kebiasaan warga sini. Agar lahan bersih untuk ditanami rumput, lahan dibakar dulu,” ujarnya.

Pemadaman sendiri dilakukan oleh Polsek dan Koramil Sumber. Juga Perhutani dan warga setempat.

“Kami langsung komunikasi antar Forkopimka sehingga bisa langsung memadamkan api,” jelas Kapolsek Sumber.

Sementara itu, kebakaran kemarin menimbulkan kerugian kecil. Tumin, humas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Probolinggo menyampaikan, kebakaran hanya membakar ilalang.

“Kerugian pasti ada, tapi tidak besar. Sebab, kebakaran yang terjadi hanya membakar ilalang dan daun kering. Jadi tidak sepenuhnya membakar pohon pinus yang menjadi tanaman utama,” ujarnya.

Meski demikian, kebakaran yang terjadi di hutan dan lahan menurutnya seharusnya tidak terjadi. “Seperti apapun, kebakaran tetap salah. Meski tidak ada kerugian besar, tetap mengganggu pertumbuhan pohon utama dan tanaman milik Perhutani,” ujarnya. (mg1/hn)

SUMBER, Radar Bromo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Perhutani di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, masih terus terjadi. Jumat (1/11), kembali terjadi kebakaran di wilayah RPH Perhutani Sumber. Kebakaran terjadi di dua lokasi sekaligus.

Yaitu, di Dusun Kali Cilik dan Dusun Tempuran, Desa Sumber, Kecamatan Sumber. Kebakaran ini terjadi di wilayah hutan pinus di Petak 40 G.

Kebakaran pertama terjadi di Dusun Tempuran, sekitar pukul 07.00. Setelah itu, sekitar pukul 12.00 kebakaran juga terjadi di Dusun Kali Cilik.

Kapolsek Sumber Iptu Sono menyebut, kebakaran itu terjadi di dua tempat. “Di Dusun Tempuran, sekitar 1 hektare lahan yang terbakar. Untuk Dusun Kali Cilik tidak seluas di Dusun Tempuran,” ujarnya.

Di dua wilayah itu, api membakar kayu, ranting pohon, dan ilalang yang kering. Api juga membakar sebagian pohon pinus yang ditanam Perhutani.

“Memang kawasan pohon pinus yang terbakar. Sehingga kebakaran juga membakar sebagian pohon. Namun, untuk api kebanyakan membakar daun dan ranting,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi di dusun tempuran, berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Sedangkan untuk Dusun Kali Cilik, pemadaman butuh waktu sebentar saja. Sebab, api diguyur hujan.

“Kebakaran pertama, pada pukul 08.00 sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan kebakaran yang kedua butuh waktu sebentar pemadamannya,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi, lanjut Sono, disebabkan karena ada warga yang sengaja membakar di satu titik. Api kemudian menyebar. “Diduga ada warga yang sengaja membakar untuk bertanam rumput gajah, sehingga meluas dan menyebar,” ujarnya.

Kebakaran disebabkan warga itu memang sering terjadi. Sebab, di wilayah itu memang banyak tempat ditanami rumput gajah. Rumput gajah yang dipanen biasanya dijual atau digunakan sendiri untuk pakan ternak.

“Sudah menjadi kebiasaan warga sini. Agar lahan bersih untuk ditanami rumput, lahan dibakar dulu,” ujarnya.

Pemadaman sendiri dilakukan oleh Polsek dan Koramil Sumber. Juga Perhutani dan warga setempat.

“Kami langsung komunikasi antar Forkopimka sehingga bisa langsung memadamkan api,” jelas Kapolsek Sumber.

Sementara itu, kebakaran kemarin menimbulkan kerugian kecil. Tumin, humas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Probolinggo menyampaikan, kebakaran hanya membakar ilalang.

“Kerugian pasti ada, tapi tidak besar. Sebab, kebakaran yang terjadi hanya membakar ilalang dan daun kering. Jadi tidak sepenuhnya membakar pohon pinus yang menjadi tanaman utama,” ujarnya.

Meski demikian, kebakaran yang terjadi di hutan dan lahan menurutnya seharusnya tidak terjadi. “Seperti apapun, kebakaran tetap salah. Meski tidak ada kerugian besar, tetap mengganggu pertumbuhan pohon utama dan tanaman milik Perhutani,” ujarnya. (mg1/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/