Meski Gratis, Pelatihan Nelayan Sepi Peminat, Ini Alasannya

SEPI PEMINAT: Pelatihan nelayan yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan ini untuk memberikan kecakapan melaut. Sayangnya banyak nelayan tak tertarik. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Tahun ini Pemkab Pasuruan mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan para nelayan mengikuti pelatihan keterampilan dan kecakapan melaut. Melalui pelatihan ini, mereka nantinya akan mendapatkan Surat Keterampilan dan Kecakapan (SKK) untuk melaut.

Namun, sejauh ini belum ada nelayan yang tertarik dan mendaftar. Padalah pelatihan yang disediakan Kementerian Perhubungan, gratis. Manfaat furat hasil pelatihan juga akan sangat penting. Sebab, akan berfungi sebagai surat izin untuk melaut.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, kuota SKK ini baru ada tahun ini. Kabupaten Pasuruan, diberikan kuota 600 orang bersama Probolinggo, Malang, dan Tulungagung. “SKK ini semacam SIM untuk melaut. Karena, nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi, sehingga harus dibekali teknik melaut dan keselamatan kerjanya,” ujarnya.

Menurutnya, aelama ini pekerjaan nelayan banyak yang didapat secar turun-temurun. Begitu juga ilmu melaut banyak yang diturunkan dari keluarga, termasuk dipelajari secara otodidak. Ke depan, nelayan yang bekerja di laut diharuskan memiliki SKK untuk melalut.

Sehingga, secara bertahap Kementerian Perhubungan memberikan kuota pelatihan secara gratis. Sayang, sampai akhir bulan kemarin belum ada satupun nelayan di Kabupaten Pasuruan, yang tertarik dan mendaftar.

Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, juga sudah mensosialisasikan kabar ini kepada para nelayan dan kelompok nelayan. Menurut Alamsyah, nelayan belum ada yang tertarik, karena sejumlah alasan. Di antaranya, karena belum butuh dan durasi pelatihan yang hingga seminggu.

“Karena cukup lama tidak melaut, sehingga nelayan masih mikir-mikir. Kalau keluarga ditinggal seminggu dan tidak melaut, nanti makan apa keluarganya,” ujarnya.

Namun, Alamsyah mengaku masih mengupayakan agar ada nelayan yang bersedia memanfaatkan kuota ini. Apalagi, pendaftarannya baru dibuka sejak Mei kemarin dan akan ditutup hingga Desember nanti. (eka/rud)