alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Dinkes Temukan 17 ODHA Baru di Kota Pasuruan Sepanjang 2018

BUGULKIDUL – Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Selama tahun 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan menemukan 17 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Mayoritas ODHA ini didominasi oleh jenis kelamin laki-laki.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengatakan, temuan penderita HIV/AIDS di Kota Pasuruan pada 2018 meningkat. Pasalnya, sepanjang tahun 2017 lalu, Dinkes hanya menemukan delapan penderita.

Angka ini jika diakumulasikan sejak tahun 2002, Dinkes menemukan 186 penderita HIV/AIDS di Kota Pasuruan. Mayoritas penderita HIV/AIDS di Kota Pasuruan ini didominasi oleh laki-laki. Kondisi ini disebabkan faktor risiko terjangkit HIV/AIDS pada laki-laki lebih tinggi.

““Kami mulai melakukan pendataan ODHA sejak 2002. Khusus tahun ini, kami menemukan 17 ODHA baru, sehingga total ODHA di Kota Pasuruan terdapat 186 penderita,” katanya.

Shierly menerangkan, ada beberapa faktor yang memicu penyebaran HIV/AIDS di Kota Pasuruan. Di antaranya, heteroseksual, homoseksual, dan prenatal. Heteroseksual sendiri menjadi penyebab yang paling tinggi dalam penyebaran HIV/AIDS.

Pasalnya, ketika melakukan hubungan seks bersama lawan jenis, mereka tidak mengetahui jika pasangannya terjangkit HIV. Kondisi hampir serupa terjadi pada kasus homoseksual. Sementara pada prenatal biasanya tersebar akibat penularan ibu kepada anak yang dikandungnya.

“Pada kasus prenatal, maka jabang bayi dalam kandungan itu harus dilahirkan di rumah sakit. Tujuannya, untuk meminimalisasi penyebarannya menjadi lebih luas lagi,” jelas Shierly.

Ia mengaku, akan lebih baik jika penderita ODHA baru semakin cepat diketahui. Sehingga, ODHA bisa diobati dan virus HIV/AIDS tidak semakin menyebar.

Menurutnya, penyebaran HIV/AIDS dapat melalui hubungan seksual atau pemakaian jarum narkoba suntik secara bergantian.

Ia mengaku stigma pada ODHA di Kota Pasuruan masih tetap ada. Karena itu, Dinkes bersama komisi pemberantasan AIDS (KPA) di Kota Pasuruan rutin melakukan sosialisasi ke sekolah atau kelurahan dengan membentuk kader.

Sehingga, saat ditemukan ODHA, langsung dapat dilaporkan ke puskesmas terdekat. Selain itu, Dinkes terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan membentuk klinik infeksi menular seksual di delapan puskesmas dan care support therapy (CST) di RSUD dr R Soedarsono.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Termasuk, terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar ODHA tidak dijauhi dan segera berobat,” terang Shierly. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.