alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 November 2020

Penataan PKL Liar Di Kota Pasuruan Semakin Tidak Jelas

PANGGUNGREJO – Rencana Pemkot menata ulang sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di sejumlah areal terlarang semakin tidak jelas. Pemkot menyebut kewenangan eksekusi penataan PKL yang masih liar ini berada di tangan Satpol PP. Sebaliknya, Satpol PP menyebut, belum ada koordinasi untuk penataan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah PKL masih tampak berjualan di sejumlah areal yang tidak diperbolehkan. Seperti di bahu jalan di sepanjang Jalan Sultan Agung dan bahu jalan di sisi selatan RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif membenarkan areal bahu jalan di sepanjang Jalan Sultan Agung dan sisi selatan RSUD dr Soedarsono harus steril dari PKL. Sebab, areal ini merupakan kawasan terlarang bagi PKL berjualan.

Ayik-menyebut Pemkot sudah menentukan areal yang diperbolehkan bagi PKL untuk berjualan. Yakni sepanjang Jalan Hayam Wuruk, depan Stadion Unsur, eks Kantor Dispenda, sebelah barat kantor BCA lama serta Pasar Poncol. Kelima lokasi ini sudah ditetapkan melalui SK Wali Kota.

“Diluar itu ya tidak boleh. Seperti di selatan RSUD dr. Soedarsono tidak diperbolehkan karena membahayakan. Di Jalan Sultan Agung juga harus streril dari PKL karena bisa menimbulkan kemacetan. Cuma eksekusinya di tangan Satpol PP,” jelasnya.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan, Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan penertiban PKL di areal selatan RSUD terus dilakukan. Pihaknya pun rutin melakukan penindakan dengan memberikan teguran.

Tidak jarang, bagi PKL yang sudah ketahuan melanggar tiga kali, rombong dagangan mereka ikut disita. Namun, sayangnya mereka tidak juga jera. Dalam waktu dekat, Satpol PP akan melakukan sosialisasi dengan PKL dan kelurahan setempat untuk mencari solusinya.

“Kalau keberadaan PKL lainnya seperti di Jalan Sultan Agung kami kurang mengetahui. Pemkot melalui Disperindag tidak pernah berkoordinasi dengan Satpol PP terkait areal yang diperbolehkan maupun terlarang,” ungkap Fadholi. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

20 Raperda jadi Prioritas Tahun 2021 di Kab Probolinggo

Tahun depan diperkirakan ada 20 rancangan peraturan daerah atau Perda Kabupaten Probolinggo yang bakal dibahas.

Temukan Sejumlah Proyektil saat Eskavasi Goa Jepang

Proses eskavasi di Goa Jepang, di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memasuki hari ketiga.

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Probolinggo Akan Tutup Pasar Tugu

Penutupan pasar yang digelar saban Sabtu dan Minggu di alun-alun itu dirasa perlu demi melindungi warga dari serangan korona.

Kasus Positif di Kota Pasuruan Meningkat usai Libur Panjang

Di Kota Pasuruan, kasus Covid-19 kembali tinggi. Diduga, hal itu merupakan dampak libur panjang pada akhir Oktober lalu.

Harus Intens Patroli di Alun-Alun agar Curanmor Berkurang

Curanmor di Alun-alun Kraksaan kian marak belakangan ini. Ruang terbuka hijau ini tak ramah lagi bagi pengunjung.