alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Warga Sadengrejo Lurug Pemkab dan DPRD, Tagih Lagi Underpass di Tol Gempas

PURWOREJO – Pengerjaan jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) seksi IIIB (Karangpandan-Rejoso) yang melewati Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, dikeluhkan warga setempat. Puluhan warga yang mengatasnamakan Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) asal Desa Sadengrejo pun melurug Kantor Pemkab Pasuruan.

Mereka mengeluhkan jalan yang rusak selama adanya pengerjaan jalan tol. Belum lagi jalanan jadi berdebu akibat material yang diangkut untuk pengerjaan tol. Selain itu, warga juga minta perubahan model jembatan di jalan tol.

Massa yang berjumlah sekitar 30 orang itu melurug kantor Pemkab Pasuruan pukul 09.13. Sampai di sana, mereka berorasi. Namun, hanya 30 menit.

Keluhan mereka langsung direspons Asisten II Pemkab Pasuruan H.M Soeharto dan Kepala Bangkesbangpol Zainuddin. Dua pejabat ini menemui massa yang berorasi.

Selama aksi, warga membawa poster bernada protes dan melakukan orasi di depan pintu masuk Kantor Pemkab Pasuruan, Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan. Hudan Dardiri, selaku koordinator aksi mengatakan kecewa lantaran permintaan warga agar mengubah jembatan layang (flyover) menjadi underpass atau jembatan di bawah ternyata tidak ditanggapi.

“Saat tol sudah mulai dibangun, kami protes agar diubah. Ternyata tidak diubah. Bahkan, berkali-kali kami protes, tapi tidak digubris,” jelasnya.

SAMPAIKAN KELUHAN: Aksi warga Sadengrejo di kantor Pemkab Pasuruan. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Warga juga mengeluhkan jalan yang rusak dan berdebu selama pengerjaan tol Gempas seksi IIIB ini. Debu membuat warga sekitar terganggu. Sementara pengguna jalan sering ada yang jatuh saat melewati jalan yang rusak.

Asisten II Pemkab Pasuruan H.M Soeharto mengatakan, menerima aspirasi warga dan akan meneruskannya ke pihak yang berwenang. “Sebab, mengubah jembatan layang menjadi underpass itu bukan wewenang pemkab. Jadi, kami akan meneruskan ke Pemerintah Pusat. Sebab, jalan tol merupakan proyek strategis nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Gempas Yulianto Puguh Setyawan menegaskan, perubahan teknis jalan merupakan wewenang BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Pusat. Sementara daerah, tidak punya wewenang untuk mengubah atau menjawab hal teknis berkaitan dengan jalan tol.

“Saat ini untuk pembangunan jembatan flyover sedang berjalan. Namun, terkait teknis dan wewenang itu hak dari BPJT,” pungkasnya.

Setelah melurug Pemkab Pasuruan, warga kemudian meneruskan aksi ke gedung DPRD Kabupaten Pasuruan di Raci, Bangil. Di DPRD, Sekretaris Komisi III DPRD Eko Suyono menyarankan agar pihak tol membangun overpass dan underpass.

“Jadi, overpass tetap digarap. Ditambahkan pembangunan underpass sesuai permintaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pimpro Tol Gempas Mulyono menegaskan, pihaknya hanya menerima gambar dari Kementerian PU. “Apa yang dikerjakan di sini, sesuai dengan apa yang ada di gambar. Sehingga, kalau ada perubahan-perubahan kami sampaikan dulu ke pusat,” terangnya. (eka/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.