Sidak ke Pasar Kebonagung, Temukan Timbangan Tak Layak Milik Pedagang

UKUR: Petugas melakukan tera ulang di Pasar Kebonagung, Rabu (31.10). Dari ratusan pedagang yang timbangannya ditera, hanya sedikit yang tak layak. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Kesadaran pedagang pasar untuk menggunakan timbangan yang layak dalam aktivitas jual-beli, rupanya masih belum maksimal. Pemkot masih menemukan adanya timbangan yang berkarat saat tera ulang di Pasar Kebonagung, Rabu (31/10).

UPT Tera Ulang Pemkot Pasuruan melakukan tera ulang di Pasar Kebonagung sejak pukul 08.00 sampai 12.00. Sedikitnya, timbangan milik 100 pedagang di lakukan tera ulang. Dalam tera ulang ini, UPT menemukan dua orang pedagang yang timbangannya sudah berkarat.

Kepala UPT Tera Ulang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Subhan Widi mengungkapkan, tera ulang ini dilakukan agar timbangan yang digunakan pedagang layak. Berat jenis yang bisa ditolerir adalah 0,5 persen dari nilai nominal.

Ia lantas mencontohkan timbangan untuk satu kilogram. Jika dalam pengukuran diketahui beratnya hanya 996 gram masih bisa ditoleransi. Kekurangannya ini bisa di lakukan justir dengan menambah timah atau benda lainnya yang sejenis yang massanya tidak berubah.

“Kalau di bawah itu, misalnya hanya 990 gram, maka tidak bisa. Sebab, walaupun di-justir tetap tidak bisa mencapai ukuran yang standar,” jelasnya.

Subhan menjelaskan, bagi pedagang yang menggunakan timbangan yang beratnya tidak bisa ditolerir, maka timbangan tersebut bakal diberi tanda agar tidak digunakan lagi. UPT juga bakal melakukan pengawasan agar tidak ditemukan penggunaan timbangan tersebut dalam jual-beli.

“Alhamdulillah, kesadaran pedagang sudah baik walaupun belum seluruhnya. Ada dua timbangan yang sudah berkarat. Kami sita agar tidak digunakan, sebab memang sangat tidak layak,” jelas Subhan. (riz/fun)