alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Cerpen

Mitos Kematian Tujuh Orang

Bukankah kematian adalah jalan menuju kebahagiaan, tapi mengapa sejumlah orang menghadapinya dengan perasaan penuh kengerian? Lebih tepatnya menunda-nunda jalan kebahagiaan itu?

Ibuk

Matahari belum juga menampakkan wajahnya, tapi perempuan di akhir 30 tahunan itu sudah sibuk di dapur rumah kontrakannya. Rumah kecil di ujung gang yang dekat dengan emplasemen pabrik tebu.

Misteri Ketupat

Tatkala matahari terik menyengat, Witri tiba di kontrakan. Tanpa duduk, tangan kanannya menaruk di atas meja tamu bungkusan berisi ketupat lima buah.

Warung Tetangga

Ada lima warung di kampung saya. Warung paling besar milik Mbak Vera di RT 04. Letaknya persis di timur rumah saya.

Setengah Hantu

Umur tiga tahun aku sudah bisa bercakap-cakap dan duduk mencangkung di depan kios rokok tetanggaku. Aku sudah tahu perbedaan uang seribu dan lima puluh ribu.

Di Samping Rel Kereta

Mata lelaki itu seperti ingin keluar, dia meneliti pakaian yang digunakan perempuan di depannya....

Mbah Pereng dan Kenangannya

Hasyim masih duduk di beranda kafé mencermati setiap butir kopi. Menelaah kembali masa lalunya di bawah remang lampu. Hari ini adalah hari hujan. Di mana setiap orang pasti merayakannya atau orang-orang justru menyibukkan diri membersihkan setiap rumahnya yang banjir.

Taplak

Tiba-tiba malu mengguyur Dar. Percuma menepi bila telanjur basah. Segera usai jok terguncang oleh bokong besar Sul, Dar melarikan diri secepat laju motornya.

Penyesalan Doa

Hujan gerimis menemani senjaku kali ini, selain secangkir teh hangat dan koran usang yang aku baca untuk kesekian kalinya.

Ampuni Aku, Magdalena

Barangkali aku telah syirik, menyekutukan Tuhan karena telah mendewakanmu. Kau adalah sesembahan baruku, meski Tuhan juga masih kusembah.

BERITA TERBARU