24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

CATEGORY

Cerpen

Sejarah Kelam

Dunia tidak pernah adil. Gadis itu tumbuh dewasa tanpa kasih sayang, seorang diri mengarungi kegelapan. Ditolak masyarakat meski memiliki wajah cantik, rambutnya terurai panjang sepunggung. Hal itu tidak menutupi fakta bahwa dia buta.

Kedua Saudari Tiriku

Aku tak habis pikir, entah bagaimana caranya ibu bisa mengenal bapak—yang memiliki anak-anak semacam mereka.

Mitos Kematian Tujuh Orang

Bukankah kematian adalah jalan menuju kebahagiaan, tapi mengapa sejumlah orang menghadapinya dengan perasaan penuh kengerian? Lebih tepatnya menunda-nunda jalan kebahagiaan itu?

Ibuk

Matahari belum juga menampakkan wajahnya, tapi perempuan di akhir 30 tahunan itu sudah sibuk di dapur rumah kontrakannya. Rumah kecil di ujung gang yang dekat dengan emplasemen pabrik tebu.

Warung Tetangga

Ada lima warung di kampung saya. Warung paling besar milik Mbak Vera di RT 04. Letaknya persis di timur rumah saya.

Setengah Hantu

Umur tiga tahun aku sudah bisa bercakap-cakap dan duduk mencangkung di depan kios rokok tetanggaku. Aku sudah tahu perbedaan uang seribu dan lima puluh ribu.

Di Samping Rel Kereta

Mata lelaki itu seperti ingin keluar, dia meneliti pakaian yang digunakan perempuan di depannya....

Taplak

Tiba-tiba malu mengguyur Dar. Percuma menepi bila telanjur basah. Segera usai jok terguncang oleh bokong besar Sul, Dar melarikan diri secepat laju motornya.

Penyesalan Doa

Hujan gerimis menemani senjaku kali ini, selain secangkir teh hangat dan koran usang yang aku baca untuk kesekian kalinya.

Kancil dan Jalan Rusak

Pagi itu sangat cerah. Matahari dengan gagahnya menampakkan muka. Tidak lagi malu dan bersembunyi di balik awan gelap seperti kemarin.

Berita Terbaru

/