Curhat Sebagian Anjal, Tetap Pulang ke Rumah, Ngamen Hanya Iseng

Curhat Sebagian Anjal, Tetap Pulang ke Rumah, Ngamen Hanya Iseng

Ada banyak alasan yang membuat anak-anak terjun menjadi anak jalanan (anjal). Selain solidaritas antar teman, faktor uang juga menjadi penyebabnya. Apalagi, jika mereka tak lagi sekolah. RIDHOWATI SAPUTRI, Probolinggo Sebuah bus melaju pelan ketika mendekati simpang tiga traffic light Mayangan. Beberapa saat kemudian, muncul 3 remaja keluar dari bus sambil membawa sejumlah alat musik. Seperti ukulele, ketipung yang terbuat dari paralon, serta sebuah alat musik sejenis tamborin, yang dibuat dari tutup botol minuman soda. Mereka…

Selengkapnya...

Dibalik Inisiasi Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Dibalik Inisiasi Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Anak yang mengalami putus sekolah, memiliki risiko menjadi anak jalanan (anjal). Karena itu, Pemkot Probolinggo menggagas Perda Perlindungan Perempuan dan Anak. Salah satu isinya, sekolah tidak serta merta bisa memberhentikan peserta didik. ————— Pemkot Probolinggo menginisiasi Perda Perlindungan Perempuan dan Anak. Perda tersebut dibuat, untuk melindungi hak-hak anak. Terutama soal pendidikan. Bukan tenpa sebab, salah satu penyebab maraknya anak jalanan (anjal), karena pendidikan mereka terbengkalai. “Perda itu sudah selesai disusun. Sekarang masih menunggu nomor yang…

Selengkapnya...

18 Tahun, 526 Warga Probolinggo Meninggal karena HIV/AIDS

18 Tahun, 526 Warga Probolinggo Meninggal karena HIV/AIDS

Probolinggo mendapat kado kurang mengenakkan di peringatan hari HIV/AIDS sedunia pada 1 Desember 2018. Jumlah kasus di kota dan kabupaten Probolinggo terus meningkat. ———— Suasana Alun-alun Kraksaan Jumat (30/11) lebih ramai dari biasanya. Ternyata, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pemeriksaan HIV/AIDS untuk masyarakat umum. Sedikitnya, ada 150 orang lebih yang berani tes HIV/AIDS di Alun-alun Kota Kraksaan. Kasi Pencegahan dan Penangulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, angka kasus HIV/AIDS…

Selengkapnya...

Belum Semua Instansi di Probolinggo Sedia Ruang Laktasi

Belum Semua Instansi di Probolinggo Sedia Ruang Laktasi

MAYANGAN – Salah satu upaya untuk bebas stunting adalah dengan meningkatkan partisipasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif kepada bayinya. Namun, belum semua fasilitas publik maupun tempat kerja yang menyediakan ruang laktasi. Tak hanya di instansi swasta, di instansi pemerintah sendiri, belum semua yang menyediakan ruang laktasi. Hal ini diakui oleh Dinas Kesehatan setempat, meskipun jumlah ruang laktasi tiap tahunnya meningkat. Diketahui, sampai akhir tahun lalu, sudah ada 39 ruang laktasi. Meningkat dari 2016 yang tersedia…

Selengkapnya...

Bayi Stunting di Kota Probolinggo Meningkat Tembus 30,4 Persen

Bayi Stunting di Kota Probolinggo Meningkat Tembus 30,4 Persen

Status gizi anak selalu menjadi salah satu isu utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Beberapa permasalahan seperti berat badan kurang (underweight), gemuk, kurus (wasting), sampai pendek (stunting) menyeruak. —————- Indonesia masih menjadi salah satu negara yang mempunyai persoalan gizi untuk segala usia. Salah satunya stunting. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting di Kota Probolinggo pada tahun 2017 mencapai 30,4 persen. Meningkat dari dua tahun sebelumnya. Dimana, pada 2015 lalu ada 20,5…

Selengkapnya...

Karut Marut Rujukan Online Berjenjang: Bingungkan Pasien

Karut Marut Rujukan Online Berjenjang: Bingungkan Pasien

Uji coba sistem rujukan online berjenjang berakhir Rabu (31/10) lalu. Saat ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang menjalankan tahapan transisi dan evaluasi. Meski belum definitif, suara-suara penolakan terus bermunculan. Pasalnya, masyarakat menganggap kebijakan ini membingungkan pasien. ——————- Hanifah, warga Jl. Raya Lumbang, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, tak menyangka akan ditinggal lebih cepat oleh Sudarman, 58, suaminya. Sang suami meninggal dunia saat ia akan memeriksakan kesehatannya pada Rabu (24/10) lalu….

Selengkapnya...

Dinkes Klaim Fasilitas Sanitasi di Sekolah Sudah Lengkap

Dinkes Klaim Fasilitas Sanitasi di Sekolah Sudah Lengkap

PROBOLINGGO – Upaya untuk menyosialisasikan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) telah dioptimalkan melalui lembaga pendidikan. Bahkan, sejak sebelum dilakukan sosialisasi CTPS seperti yang digencarkan oleh IUWASH PLUS, sekolah di Kota Probolinggo telah mengajarkan sanitasi kepada siswa-siswa. “Sejauh ini sekolah-sekolah di Kota Probolinggo telah melengkapi fasilitasnya dengan kelengkapan sanitasi. Seperti kran, air bersih juga tersedia, serta tempat untuk cuci tangan,” ujar Nur Giati, kasi Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo. Selain itu, sekolah-sekolah juga mendapatkan…

Selengkapnya...
1 2