KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas Dikdaya) Kabupaten Probolinggo akan memberikan penghargaan dan apresiasi khusus untuk insan pendidikan. Yaitu melalui Anugerah Pendidikan dan Kebudayaan 2024.
Event ini digelar atas kerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo. Sosialisasi pun dilakukan, Jumat (26/1). Sosialisasi dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Dikdaya di Kraksaan.
Hadir dalam sosialisasi itu, Kepala Dinas Dikdaya Dwijoko Nurjayadi dan Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti.
Juga hadir sejumlah pejabat Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo. Antara lain, Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Yunita Nur Laili; Kabid Bina SD Sri Agus; Kabid SMP Amik Mutammimah. Dan Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Muda DLH Darwanti Impiani.
Hadir juga 92 undangan lain di wilayah Dinas Dikdaya. Meliputi Korwilcam, Pengawas SMP, MKKS SMP, Korwas SMP, Koordinator K3S SD, Korwas SD, Penilik dan Pengawas TK.
Kepala Dinas Dikdaya Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pendidikan memiliki sasaran prioritas. Yaitu, membangun karakter anak didik.
Sebab, saat ini ada banyak faktor yang dapat mengubah karakter anak didik. Mulai budaya luar yang masuk tanpa filter. Juga media yang kurang terkontrol. Hal ini dapat memengaruhi karakter anak-anak.
“Karena itu, Dinas Dikdaya memberikan Anugerah Pendidikan dan Kebudayaan 2024. Anugerah ini merupakan salah satu kegiatan memperingati hari pendidikan nasional,” katanya.
“Tujuannya untuk membangun karakter anak didik. Sehingga, karakter anak didik tidak melenceng,” tambah Kepala Dinas Dikdaya Dwijoko Nurjayadi.
Melalui Anugerah Pendidikan dan Kebudayaan 2024, akan digelar tiga lomba atau kompetisi. Meliputi pemimpin pembelajaran dedikasi etika, akhlak mulia dan karakter (Pendekar Dikdaya). Digelar untuk kepala sekolah SD dan SMP.
Lalu, inovasi, kreasi pembelajaran bermakna dan berkarakter (Ikrar Dikdaya). Digelar untuk kepala PAUD dan TK.
Yang ketiga, penganugerahan sekolah nyaman dan asri (Pesona Dikdaya). Digelar untuk Lembaga SD dan SMP.
“Tentunya dengan anugerah ini, kami berharap anak didik dapat mempertahankan budaya, adat istiadat, etika, moral, dan adab yang baik,” terang Kepala Dinas Dikdaya Dwijoko Nur Jayadi.
Diharapkan, ke depan anak didik dari Kabupaten Probolinggo punya ciri khas. Sehingga memiliki nilai tambah. (ar/hn)
Editor : Achmad Syaifudin