Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Pasuruan Kejar Serapan Lulusan BLK 100 Persen, dengan Cara Ini

Muhamad Busthomi • Rabu, 18 Februari 2026 | 08:25 WIB
Ilustrasi pelatihan BLK
Ilustrasi pelatihan BLK

BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan seluruh lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) terserap dunia industri.

Untuk mewujudkannya, pemkab resmi menggandeng HR Club Pasuruan agar kurikulum pelatihan kerja yang diberikan bisa sinkron dengan kebutuhan bursa kerja.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan, selama ini pemerintah daerah rutin melatih ratusan pencari kerja setiap tahun.

Namun, tingkat penempatan lulusan BLK di industri diakuinya masih belum optimal.

Karena itu, pemkab memilih memperkuat kemitraan langsung dengan pelaku industri melalui HR Club.

“Target kami, lulusan BLK harus terserap kerja. Kalau pelatihannya sesuai kebutuhan industri, peluang penyerapan bisa mendekati 100 persen,” tegas Mas Rusdi-sapaannya.

Mas Rusdi menilai kolaborasi ini sebagai model link and match yang selama ini diupayakan pemerintah.

Pemkab tidak hanya menyiapkan tenaga kerja terlatih, tetapi juga memastikan jalur rekrutmen tersedia.

“Ini bentuk sinergi nyata. Pemerintah menyiapkan SDM, industri menyerap. Kalau berjalan konsisten, pengangguran turun dan investasi juga makin tertarik,” ujarnya.

Ketua HR Club Pasuruan Wahyu Budi Priyanto menjelaskan, persoalan utama selama ini bukan pada kompetensi lulusan, melainkan belum terbangunnya komunikasi sistematis antara penyelenggara pelatihan dan perusahaan.

Akibatnya, materi pelatihan kerap tidak selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.

Ia mencontohkan, jika terdapat 500 peserta pelatihan dengan kompetensi sesuai TNA, maka mayoritas bahkan seluruhnya berpeluang langsung direkrut perusahaan anggota HR Club.

Skema ini diharapkan menjadi solusi menekan pengangguran terbuka di daerah industri seperti Pasuruan.

Pihaknya akan menyerahkan hasil Training Need Analysis (TNA) dari 134 perusahaan anggotanya kepada dinas terkait.

Data tersebut memuat kebutuhan tenaga kerja aktual di berbagai sektor industri Pasuruan.

“Dengan data kebutuhan riil industri, pelatihan BLK bisa tepat sasaran. Perusahaan juga siap merekrut. Target kami serapan tenaga kerja hasil pelatihan bisa mendekati 100 persen,” ujar pria yang akrab disapa Min Hoo itu. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#tenaga kerja #pemkab pasuruan #pelatihan #blk