Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Matangkan Penataan Pasar Cheng Hoo Pandaan, Ini yang Dilakukan Pemkab Pasuruan

Muhamad Busthomi • Jumat, 23 Januari 2026 | 09:50 WIB
DIALOG: Gelaran dialog yang dilakukan Diskoperindag Kabupaten Pasuruan dan OPD terkait bersama PKL kawasan Cheng Hoo. Langkah ini dilakukan, untuk menyerap uneg-uneg pedagang.
DIALOG: Gelaran dialog yang dilakukan Diskoperindag Kabupaten Pasuruan dan OPD terkait bersama PKL kawasan Cheng Hoo. Langkah ini dilakukan, untuk menyerap uneg-uneg pedagang.

BANGIL, Radar Bromo — Upaya pembenahan Pasar Wisata Cheng Hoo terus dimatangkan.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan menggelar audiensi bersama para pedagang, Rabu (21/1). Langkah itu dilakukan, untuk menampung aspirasi pedagang.

Perwakilan pedagang, Kerto, menegaskan bahwa para PKL pada prinsipnya siap mendukung kebijakan penataan maupun penertiban, selama dilakukan secara adil dan terukur. Menurutnya, penataan kawasan memang sudah lama dinantikan pedagang.

Ia juga mengusulkan agar ada petugas yang berjaga saat pasar dalam kondisi padat pengunjung, terutama pada akhir pekan.

Sebab, pada waktu-waktu tersebut potensi pelanggaran kerap meningkat, termasuk munculnya pedagang liar.

“Kalau bisa ada petugas di jam ramai, demi keamanan bersama. Penerangan juga perlu ditambah karena masih ada titik yang gelap. Selain itu, kami juga ingin menyampaikan bahwa sudah tiga bulan ini belum ada penarikan retribusi,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan koordinator parkir, Pramono. Ia berharap rencana revitalisasi kawasan pasar turut mempertimbangkan kapasitas lahan parkir.

“Kalau Sabtu-Minggu, parkiran sudah penuh, sampai muntah. Ini perlu dipikirkan bersama kalau nanti dilakukan penataan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony menjelaskan forum dialog tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan setelah melakukan kunjungan ke Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, bupati menerima sejumlah keluhan. Salah satunya terkait keberadaan pedagang durian yang dinilai mengganggu citra kawasan wisata.

“Tujuan pertemuan ini sederhana, bagaimana memperbaiki wajah Pasar Wisata Cheng Hoo agar kembali memberi kesan positif bagi wisatawan. Karena itu kami duduk bersama, mencari solusi penataan yang terbaik,” terangnya.

Ia menegaskan, pimpinan daerah menginginkan kawasan tersebut benar-benar tertata rapi, disiplin, dan nyaman. Dengan begitu, wisatawan betah berkunjung dan berdampak pada meningkatnya penjualan produk IKM dan UKM.

“Kalau pasarnya bersih, rapi, dan tidak semrawut, orang nyaman berwisata. Efeknya berantai, dagangan laku, pendapatan naik, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo meminta pedagang tidak ragu melaporkan persoalan teknis di lapangan, seperti lampu penerangan yang mati atau parkir yang semrawut.

“Silahkan laporkan ke kami. Sudah ada beberapa kanal pengaduan. Kalau bisa langsung ditangani, insyaallah akan kami perbaiki secepatnya,” paparnya. (tom/one)

Baca Juga: Rencana Bikin Taman di Kawasan Cheng Hoo, Realisasi Bisa Tahun Depan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kios #wisata #pedagang #cheng hoo #pasar #dialog #disperindag