BANGIL, Radar Bromo - Setelah pengawasan ketat selama tiga hari penyembelihan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Pasuruan memastikan wilayahnya bebas dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Namun, petugas menemukan hal lain. Yakni beberapa kasus fascioliasis atau cacing hati pada organ dalam sapi.
Temuan itu pun, langsung ditindaklanjuti dengan pembuangan bagian yang terinfeksi.
DPKH Kabupaten Pasuruan memang tak main-main dalam menjaga kualitas hewan kurban tahun ini.
Selama 20 hari sebelum hari H Idul Adha, ratusan petugas telah diterjunkan secara mobile untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang dijual di pinggir-pinggir jalan.
Pemeriksaan ante mortem, atau pemeriksaan pada hewan yang masih hidup, menjadi langkah awal untuk memastikan kelayakan hewan sebelum disembelih.
Tak berhenti sampai di situ, pengawasan berlanjut secara maraton selama tiga hari penyembelihan.
Tahap post mortem, yakni pemeriksaan kondisi daging dan organ dalam setelah hewan disembelih, dilakukan dengan sangat teliti.
“Petugas yang keliling memeriksa pemotongan hewan kurban, beberapa menemukan cacing hati dan langsung dipotong dan dibuang,” terang Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Panti Absari.
Panti menjelaskan lebih rinci proses pemeriksaan post mortem yang dilakukan para petugas.
Semua organ dan jeroan vital seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa, dan kelenjar getah bening (limfoglandula) diperiksa satu per satu untuk memastikan aman dikonsumsi.
“Contohnya kalau warna dagingnya pucat atau kotor, atau pas kita iris hatinya kemudian ternyata berpasir, maka sudah pasti terinfeksi cacing hati. Indikasi lainnya, pada paru-paru. Biasanya, ujungnya runcing-runcing. Kalau enggak sehat, pasti bentuknya berbeda dan agak bau,” imbuhnya.
Panti menegaskan, jika ada hewan kurban yang terindikasi sakit sebelum disembelih, panitia wajib memisahkannya agar tidak menular ke hewan lain.
“Kalau sakit sebelumnya sudah ditemukan dan dilakukan isolasi serta pemberian obat agar segera sembuh,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin