BANGIL, Radar Bromo – Penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang mestinya membawa misi sosial, menjadi atensi Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.
Sebab, dana yang digelontor sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan tersebut, rawan disalahgunakan.
Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, bertekad menata ulang pengelolaan dana CSR perusahaan di wilayahnya.
Ia ingin memastikan dana tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan daerah. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kegiatan yang bersifat hura-hura.
“Jangan hura-hura dan jangan ada yang nyopet CSR. Apalagi mencoba untuk memanfaatkan dana CSR untuk pribadi,” tegas Mas Rusdi-sapaannya.
Hal itu disinggung lantaran pengelolaan CSR selama ini, dinilainya belum menyentuh kebutuhan Kabupaten Pasuruan secara menyeluruh.
Ia ingin mencontoh pengelolaan CSR di Gresik, yang berhasil mengumpulkan dana Rp 32 miliar.
“Saya minta CSR perusahaan jangan dibuat hura-hura. Saya ingin seperti di Gresik, ada dana Rp 32 miliar dari CSR perusahaan yang bisa dikelola,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini yakin, dengan pengelolaan yang baik, potensi Kabupaten Pasuruan dapat dimaksimalkan.
Apabila dikelola dengan baik, dana CSR dipastikan bisa memberi kemanfaatan untuk kebutuhan masyarakat Pasuruan agar bisa maju, sejahtera dan berkeadilan.
Mas Rusdi berharap, dana CSR bisa berkontribusi pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap manfaat CSR ini bisa dirasakan masyarakat. Saya dan Gus Shobih bisa terbuka, kalau ada masukan atau saran monggo sampaikan saja,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, kebijakan yang baik dari pemerintahan sebelumnya akan dilanjutkan. Sementara yang kurang baik akan dievaluasi dan diperbaiki.
“Yang kemarin mari kita tutup. Ke depan, mari bersinergi, ada umaro, ada ulama, ada pengusaha, kalau bisa bersatu Insyaallah potensinya luar biasa,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni