Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dewan Minta Perhatikan Kapasitas IGD RSUD Bangil, Begini Respons RSUD

Muhamad Busthomi • Senin, 24 Juni 2024 | 14:42 WIB
RSUD Bangil
RSUD Bangil

BANGIL, Radar Bromo- Jumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, meningkat signifikan. Hal ini terlihat dari tren Bed Occupancy Rate (BOR) atau rata-rata penggunaan tempat tidur yang menunjukkan bahwa hampir semua tempat tidur terisi.

Selama ini, tingkat BOR mencapai 70-80 persen. Sebaliknya, tingkat kekosongan tempat tidur tergolong rendah. Hanya 1-3 hari dan tidak pernah kosong dalam waktu lama. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Bangil, mampu menangani lonjakan pasien dengan efektif.

Namun, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Tri Adi Laksono meminta RSUD Bangil terus melakukan evaluasi. Terutama sistem rujukan online bagi pasien dari rumah sakit lain atau fasilitas kesehatan yang tipenya di bawah RSUD Bangil. Dikhawatirkan pasien harus menunggu lama di IGD karena tempat tidur penuh.

 

 

“Kalau memang IGD penuh, segera stop. Supaya bisa segera dirujuk ke RS lain. Jadi, pasien tidak harus tunggu 2-3 jam tiba-tiba ternyata kapasitasnya penuh. Apalagi pasien urgen, harus ada penanganan kedaruratan. Kecuali yang datang langsung memang tidak bisa serta merta dikontrol,” katanya.

Terpisah, Humas RSUD Bangil M. Hayat mengatakan, rata-rata lama pasien dirawat (AVLOS) di RSUD Bangil mencapai 3-6 hari. Lebih pendek dari standar nasional yang ditetapkan Kemenkes, yaitu 6 hari.

“AVLOS yang tinggi menunjukkan ketidakefisienan pelayanan. Artinya, tren AVLOS yang masih di range standar menandakan pasien lebih cepat sembuh, sehingga bisa rawat jalan,” ujarnya.

 

 

Tingkat kematian di RSUD Bangil, memang tergolong tinggi. Masih di atas 25 persen. “Hal ini disebabkan banyaknya pasien rujukan dari rumah sakit lain yang kondisinya sudah parah,” jelas Hayat.

Hayat mengakui, pihaknya sudah berencana menambah kapasitas IGD. Tujuannya, untuk menampung lonjakan pasien. Namun, penambahan ini tidak hanya membutuhkan tempat tidur, tetapi juga tenaga medis seperti perawat.

“Penambahan kapasitas IGD akan dilakukan secara bertahap, dengan mengevaluasi kembali sistem rujukan dan menambahkan tenaga PPPK formasi 2023,” katanya. (tom/rud)

Editor : Ronald Fernando
#rsud #kesehatan