"Padahal, biawak bisa menjadi binatang peliharaan. Harganya pun lebih mahal, ketimbang biawak yang dijual dagingnya untuk dikonsumsi," ujar Arifian Miftahul Firdauz, pecinta biawak yang juga pengurus Forum Reptil Bangil.
Fian –sapaan akrabnya- menyampaikan, pihaknya tengah berusaha mengedukasi masyarakat. Untuk ikut serta melestarikan biawak agar keberadaan biawak terjaga. Khususnya anak-anak muda yang gemar berburu biawak untuk diambil dagingnya.
Berbagai cara dilakukan. Termasuk menggelar kontes biawak. Seperti yang dilakukan di Yonkav Beji kemarin (20/10). "Selain untuk menjadi ajang adu cantik biawak, kegiatan ini juga untuk sosialisasi biawak. Agar masyarakat khususnya pemuda, turut serta melestarikannya," sambungnya.
Biawak peliharaan, kata Fian, bisa bernilai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Bandingkan dengan biawak pedaging yang hanya Rp 15 ribu per kilogramnya.
"Kami ingin paradigma terhadap biawak, khususnya salvator berubah. Dari yang diburu untuk dikonsumsi, sekarang bisa dipelihara untuk menjaga kelestariannya," harapnya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin