alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Sampai Oktober, Pengajuan JHT di Pasuruan Mencapai 20.531 Kasus

BANGIL, Radar Bromo – Salah satu dampak Pandemi Covid-19 yang cukup diriasakan adalah di sektor ekonomi. Maraknya pekerja yang dirumahkan dan berhenti kerja pun membuat jumlah pengajuan klaim di BPJS Ketenagakerjaan atau kini dikenal BP Jamsostek tahun ini meningkat.

Sampai minggu ketiga Oktober ini, jumlah pengajuan klaim di BP Jamsostek Pasuruan–Probolinggo sudah mencapai Rp 287,9 Miliar. Jumlah ini sudah melampaui jumlah klaim tahun 2019 lalu yang ada Rp 252,7 Miliar.

Kepala BP Jamsostek Pasuruan Arie Fianto Syofian mengatakan, pengajuan klaim di tahun ini memang masih didominasi oleh pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT). Banyaknya pekerja yang berhenti kerja atau dirumahkan imbas pandemi Covid-19, berbanding lurus dengan pengajuan klaim JHT di BP Jamsostek.

“Pengajuan klaim JHT memang trennya adalah pengajuan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi dengan adanya pandemi. Sampai saat ini, sudah mencapai Rp 252,9 Miliar pengajuan klaim,” ujarnya.

Arie mengatakan tercatat sampai minggu ketiga Oktober kemarin, pengajuan klaim JHT mencapai 20.531 klaim. Jumlah ini diperkirakan masih terus tinggi sampai akhir tahun nanti.

Program JHT sendiri disebutkan sejatinya merupakan jaminan hari tua yang bisa diambil saat memasuki usia pensiun seperti usia 56 atau 57 tahun.

“Namun biasanya karena dari peserta ada kebutuhan, sehingga JHT ini diambil dulu sebulan setelah PHK. Kendati sudah kami sosialisasikan agar bisa dimanfaatkan saat hari tua. Namun memang hak peserta jika ingin mengambil lebih dulu,” terangnya.

Untuk klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), tercatat ada 1.559 kasus. Dengan pengajuan klaim mencapai Rp 19, 21 Miliar. Arie mengatakan, untuk JKK sendiri memang sangat situasional di lapangan.

Termasuk Jaminan Kematian juga dikatakan sangat situasional. Tercatat ada 329 kasus dengan klaim mencapai Rp 12,28 Miliar. Untuk Jaminan Pensiun mencapai 513 kasus dengan total klaim mencapai Rp 3,491 Miliar. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Salah satu dampak Pandemi Covid-19 yang cukup diriasakan adalah di sektor ekonomi. Maraknya pekerja yang dirumahkan dan berhenti kerja pun membuat jumlah pengajuan klaim di BPJS Ketenagakerjaan atau kini dikenal BP Jamsostek tahun ini meningkat.

Sampai minggu ketiga Oktober ini, jumlah pengajuan klaim di BP Jamsostek Pasuruan–Probolinggo sudah mencapai Rp 287,9 Miliar. Jumlah ini sudah melampaui jumlah klaim tahun 2019 lalu yang ada Rp 252,7 Miliar.

Kepala BP Jamsostek Pasuruan Arie Fianto Syofian mengatakan, pengajuan klaim di tahun ini memang masih didominasi oleh pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT). Banyaknya pekerja yang berhenti kerja atau dirumahkan imbas pandemi Covid-19, berbanding lurus dengan pengajuan klaim JHT di BP Jamsostek.

“Pengajuan klaim JHT memang trennya adalah pengajuan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi dengan adanya pandemi. Sampai saat ini, sudah mencapai Rp 252,9 Miliar pengajuan klaim,” ujarnya.

Arie mengatakan tercatat sampai minggu ketiga Oktober kemarin, pengajuan klaim JHT mencapai 20.531 klaim. Jumlah ini diperkirakan masih terus tinggi sampai akhir tahun nanti.

Program JHT sendiri disebutkan sejatinya merupakan jaminan hari tua yang bisa diambil saat memasuki usia pensiun seperti usia 56 atau 57 tahun.

“Namun biasanya karena dari peserta ada kebutuhan, sehingga JHT ini diambil dulu sebulan setelah PHK. Kendati sudah kami sosialisasikan agar bisa dimanfaatkan saat hari tua. Namun memang hak peserta jika ingin mengambil lebih dulu,” terangnya.

Untuk klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), tercatat ada 1.559 kasus. Dengan pengajuan klaim mencapai Rp 19, 21 Miliar. Arie mengatakan, untuk JKK sendiri memang sangat situasional di lapangan.

Termasuk Jaminan Kematian juga dikatakan sangat situasional. Tercatat ada 329 kasus dengan klaim mencapai Rp 12,28 Miliar. Untuk Jaminan Pensiun mencapai 513 kasus dengan total klaim mencapai Rp 3,491 Miliar. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/