430 Siswa SMA/SMK di Pasuruan Ikuti UN Perbaikan, Minggu Tetap Masuk

BANGIL, Radar Bromo – Sebanyak 430 siswa SMA/ SMK yang lulus pada 2018 dan 2019, mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP). UNP ini bisa dipilih bagi lulusan yang ingin memperbaiki nilai ujiannya untuk pendaftaran perguruan tinggi atau bekerja.

Suparman, kasi SMA dan SMK UPT Dinas Pendidikan Menengah Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan mengatakan, untuk SMA sederajat, sejak 2015 memang ada Ujian Nasional Perbaikan (UNP). Ini adalah fasilitas yang diberikan agar nilai mata pelajaran tertentu saat UN jeblok, bisa diperbaiki.

“Jadi yang nilainya kurang bagus, bisa memperbaiki nilai mata pelajarannya dengan mengikuti UNP meskipun sifatnya tidak wajib,” terangnya.

Dikatakannya, bahwa nilai UN memang tidak menjadi syarat kelulusan SMA/SMK. Namun, nilai UN ini tetap menjadi prasyarat tertentu, jika pelajar ingin meneruskan ke perguruan tinggi. Utamanya PT Negeri atau memasuki dunia kerja tertentu yang mensyaratkan nilai UN tertentu.

Nah, di Pasuruan, sejak 27 Juli sampai Selasa (30/7) ada sebanyak 430 yang terdaftar mengikuti UNP. Dari jumlah tersebut, untuk Kota Pasuruan, pelajar lulusan SMA sebanyak 71 orang dan SMK sebanyak 70 orang. Sedangkan Kabupaten Pasuruan untuk SMA sebanyak 140 orang dan SMK sebanyak 149 orang.

Pelaksanaan sendiri di Kota Pasuruan digelar di SMAN 3 Kota Pasuruan dan SMKN 1 Pasuruan. Sementara untuk Kabupaten Pasuruan, digelar di SMAN 1 Pandaan dan SMKN 1 Bangil. “Peserta bisa memperbaiki satu mata pelajaran atau beberapa, tergantung kebutuhannya,” terangnya.

“Jadi, hari Minggu pun kemarin tetap ada UNP dan hari ini (30/7) untuk mapel pilihan dan kejuruan untuk SMK,” terangnya. SMKN 1 Bangil sendiri menyiapkan 5 ruangan untuk UNP dengan masing-masing ruangan ada 20 komputer. (eka/mie)