alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Sungai Legok Bikin Warga Tak Nyenyak Tidur karena Kerap Banjir

“Kondisinya sudah parah. Bahkan, di tengah sungai, tidak hanya ditumbuhi rerumputan. Tapi sampai pohon pisang,” akunya.

Untuk itulah, ia berharap agar ada normalisasi di Sungai Legok. Normalisasi itu dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi sungai yang ada. Agar daya tampungnya mumpuni. Tidak lagi memicu banjir.

Begitu juga, dengan aliran airnya. Diharapkan bisa kembali lancar. Ketika kemarau tiba. Sehingga, bisa mengaliri sawah warga dengan baik.

“Kami sudah mengajukan ke BBWS Brantas. Tapi belum ada tanggapan. Kami datang ke Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan ini, dengan harapan agar persoalan sungai kami tertangani,” harapnya.

Sekretaris Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Mahbub Djunaidi meyakinkan, bakal menindaklanjuti keluhan tersebut. Peninjauan lokasi akan dilakukan. Untuk kemudian pengerukan dilakukan.

“Kami juga masih harus menunggu alat berat. Karena, alat berat yang kami miliki, sedang beroperasi semua. Jadi kami berharap masyarakat untuk bersabar, menunggu giliran,” timpalnya. (one/fun)

“Kondisinya sudah parah. Bahkan, di tengah sungai, tidak hanya ditumbuhi rerumputan. Tapi sampai pohon pisang,” akunya.

Untuk itulah, ia berharap agar ada normalisasi di Sungai Legok. Normalisasi itu dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi sungai yang ada. Agar daya tampungnya mumpuni. Tidak lagi memicu banjir.

Begitu juga, dengan aliran airnya. Diharapkan bisa kembali lancar. Ketika kemarau tiba. Sehingga, bisa mengaliri sawah warga dengan baik.

“Kami sudah mengajukan ke BBWS Brantas. Tapi belum ada tanggapan. Kami datang ke Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan ini, dengan harapan agar persoalan sungai kami tertangani,” harapnya.

Sekretaris Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Mahbub Djunaidi meyakinkan, bakal menindaklanjuti keluhan tersebut. Peninjauan lokasi akan dilakukan. Untuk kemudian pengerukan dilakukan.

“Kami juga masih harus menunggu alat berat. Karena, alat berat yang kami miliki, sedang beroperasi semua. Jadi kami berharap masyarakat untuk bersabar, menunggu giliran,” timpalnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/