alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Sungai Legok Bikin Warga Tak Nyenyak Tidur karena Kerap Banjir

BANGIL, Radar Bromo – Hampir tiap kali musim hujan, warga Desa Legok, Kecamatan Gempol, sering tak nyenyak tidur. Warga waswas karena sungai tersebut kerap meluap.

Dampaknya, banjir pun menghiasi perkampungan warga.

“Kami tidak bisa tidur kalau hujan. Karena harus berjaga-jaga dari banjir, yang setiap saat melanda,” kata Zainudin, warga Legok, Kecamatan Gempol saat ditemui di Komplek Perkantoran Raci, Senin (30/5).

Zainudin mengaku, Sungai Legok mengalami penyempitan dan pendangkalan. Kondisi itu sudah berlangsung 10 tahun lebih. Sayangnya, kondisi tersebut dibiarkan tanpa ada penanganan.

WADUL: Kades Legok, Nur Salam dan warganya mendatangi kantor dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan untuk meminta normalisasi sungai setempat. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Sungai yang semula memiliki lebar 6 meter sampai 7 meter itu, mengalami penyempitan. Hingga hanya menyisakan 2 meter sampai 3 meter. Kondisi itu terjadi, lantaran adanya sendimentasi.

“Sungai kami menyempit. Bahkan juga mengalami pendangkalan. Ini yang membuat air rentan meluap ketika hujan,” imbuhnya.

Kepala Desa Legok, Kecamatan Gempol, Nur Salam mengaraikan, kondisi Sungai Legok memang memprihatinkan. Dampak sendimentasi, air mengalir tidak lancar ketika kemarau tiba. Sementara ketika hujan, air meluap dan memicu banjir di permukiman.

BANGIL, Radar Bromo – Hampir tiap kali musim hujan, warga Desa Legok, Kecamatan Gempol, sering tak nyenyak tidur. Warga waswas karena sungai tersebut kerap meluap.

Dampaknya, banjir pun menghiasi perkampungan warga.

“Kami tidak bisa tidur kalau hujan. Karena harus berjaga-jaga dari banjir, yang setiap saat melanda,” kata Zainudin, warga Legok, Kecamatan Gempol saat ditemui di Komplek Perkantoran Raci, Senin (30/5).

Zainudin mengaku, Sungai Legok mengalami penyempitan dan pendangkalan. Kondisi itu sudah berlangsung 10 tahun lebih. Sayangnya, kondisi tersebut dibiarkan tanpa ada penanganan.

WADUL: Kades Legok, Nur Salam dan warganya mendatangi kantor dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan untuk meminta normalisasi sungai setempat. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Sungai yang semula memiliki lebar 6 meter sampai 7 meter itu, mengalami penyempitan. Hingga hanya menyisakan 2 meter sampai 3 meter. Kondisi itu terjadi, lantaran adanya sendimentasi.

“Sungai kami menyempit. Bahkan juga mengalami pendangkalan. Ini yang membuat air rentan meluap ketika hujan,” imbuhnya.

Kepala Desa Legok, Kecamatan Gempol, Nur Salam mengaraikan, kondisi Sungai Legok memang memprihatinkan. Dampak sendimentasi, air mengalir tidak lancar ketika kemarau tiba. Sementara ketika hujan, air meluap dan memicu banjir di permukiman.

MOST READ

BERITA TERBARU

/