alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

TPA Wonokerto Sudah Jadi, Tapi Kenapa Belum Difungsikan?

BANGIL, Radar Bromo – Masalah listrik mengganjal rencana operasi tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Wonokerto. Lokasi, sarana dan prasarana, sampai akses jalan telah siap di Sukorejo. Namun, rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mandek lagi. TPA tidak bisa beroperasi.

”Karena masih terkendala listrik yang belum stabil untuk operasional,” ungkap Kepala DLH Heru Ferianto.

TPA Wonokerto telah selesai dibangun pada 9 Desember 2020. Anggaran pembangunan mencapai Rp 15 miliar. Luas lahan lebih dari 4 hektare. Meliputi tiga desa yaitu Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, serta Oro-Oro Ombo Kulon dan Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.

Tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah. TPA Wonokerto diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat sekitarnya. Mereka akan dilibatkan dalam memilah dan mengolah sampah yang bernilai ekonomis.

TINGGI: Puncak ”gunung sampah” di TPA Kenep masih akan meninggi jika belum ada solusi untuk mengatasi sampah. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Tempat penampungan dan pengelolaan sampah itu bahkan sudah diresmikan pada akhir Februari 2021. Setelah itu, belum juga dapat beroperasi. Menurut Heru, ketersediaan listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk memfungsikan TPA. Misalnya, mengoperasikan jembatan timbang. Sekarang pasokan listrik belum stabil.

Kondisi itu memaksa DLH tetap mengoperasikan TPA Kenep, Kecamatan Beji. Padahal, TPA Kenep sudah kelebihan beban alias overload. Sampah sudah menggunung. Pasokan pun terus datang. Sehari bisa mencapai 70 ton. Rencana menutup TPA Kenep akhirnya batal dilakukan.

”Sementara ini kami masih mengarahkan truk-truk sampah ke TPA Kenep. Karena TPA Wonokerto belum bisa difungsikan,” ungkap Heru.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mendesak Pemkab Pasuruan segera mencari solusi. Persoalan listrik di TPA Wonokerto harus diatasi. ”Kan sudah dibangun dan diresmikan. Kalau belum dioperasikan sungguh sangat disayangkan,” tutur Gus Saiful, sapaan Saifullah.

Dia juga berharap produksi sampah dari berbagai kecamatan di Pasuruan bisa menghasilkan nilai lebih. Termasuk, tumpukan sampah yang menggunung tinggi di TPA Kenep. Misalnya, menghasilkan energi listrik atau arang briket. Dengan begitu, sampah justru menambah pendapatan daerah.

Proyek TPA Wonokerto Tuntas Dibangun Sebelum Target

Heru Ferianto sebelumnya mengaku sedang melakukan penjajakan lagi dengan pihak ketiga. Sebab, penanganan sampah di TPA Kenep sulit dilakukan jika hanya mengandalkan keuangan daerah. ”Biayanya mahal. Untuk beli satu alat pengolah sampah harganya bisa Rp 4 miliar,” sebutnya.

Menghasilkan listrik dari sampah juga perlu biaya tinggi. Satu ton sampah bisa menghabiskan anggaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Sementara, produksi sampah di TPA Kenep bisa mencapai 70 ton per hari. Bila dikalkulasikan, setahun habisnya menembus Rp 36 miliar.

”Karena biayanya besar, kami masih menjajaki lagi menggandeng pihak ketiga untuk bekerja sama menangani sampah di TPA,” bebernya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Masalah listrik mengganjal rencana operasi tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Wonokerto. Lokasi, sarana dan prasarana, sampai akses jalan telah siap di Sukorejo. Namun, rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mandek lagi. TPA tidak bisa beroperasi.

”Karena masih terkendala listrik yang belum stabil untuk operasional,” ungkap Kepala DLH Heru Ferianto.

TPA Wonokerto telah selesai dibangun pada 9 Desember 2020. Anggaran pembangunan mencapai Rp 15 miliar. Luas lahan lebih dari 4 hektare. Meliputi tiga desa yaitu Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, serta Oro-Oro Ombo Kulon dan Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.

Tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah. TPA Wonokerto diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat sekitarnya. Mereka akan dilibatkan dalam memilah dan mengolah sampah yang bernilai ekonomis.

TINGGI: Puncak ”gunung sampah” di TPA Kenep masih akan meninggi jika belum ada solusi untuk mengatasi sampah. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Tempat penampungan dan pengelolaan sampah itu bahkan sudah diresmikan pada akhir Februari 2021. Setelah itu, belum juga dapat beroperasi. Menurut Heru, ketersediaan listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk memfungsikan TPA. Misalnya, mengoperasikan jembatan timbang. Sekarang pasokan listrik belum stabil.

Kondisi itu memaksa DLH tetap mengoperasikan TPA Kenep, Kecamatan Beji. Padahal, TPA Kenep sudah kelebihan beban alias overload. Sampah sudah menggunung. Pasokan pun terus datang. Sehari bisa mencapai 70 ton. Rencana menutup TPA Kenep akhirnya batal dilakukan.

”Sementara ini kami masih mengarahkan truk-truk sampah ke TPA Kenep. Karena TPA Wonokerto belum bisa difungsikan,” ungkap Heru.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mendesak Pemkab Pasuruan segera mencari solusi. Persoalan listrik di TPA Wonokerto harus diatasi. ”Kan sudah dibangun dan diresmikan. Kalau belum dioperasikan sungguh sangat disayangkan,” tutur Gus Saiful, sapaan Saifullah.

Dia juga berharap produksi sampah dari berbagai kecamatan di Pasuruan bisa menghasilkan nilai lebih. Termasuk, tumpukan sampah yang menggunung tinggi di TPA Kenep. Misalnya, menghasilkan energi listrik atau arang briket. Dengan begitu, sampah justru menambah pendapatan daerah.

Proyek TPA Wonokerto Tuntas Dibangun Sebelum Target

Heru Ferianto sebelumnya mengaku sedang melakukan penjajakan lagi dengan pihak ketiga. Sebab, penanganan sampah di TPA Kenep sulit dilakukan jika hanya mengandalkan keuangan daerah. ”Biayanya mahal. Untuk beli satu alat pengolah sampah harganya bisa Rp 4 miliar,” sebutnya.

Menghasilkan listrik dari sampah juga perlu biaya tinggi. Satu ton sampah bisa menghabiskan anggaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Sementara, produksi sampah di TPA Kenep bisa mencapai 70 ton per hari. Bila dikalkulasikan, setahun habisnya menembus Rp 36 miliar.

”Karena biayanya besar, kami masih menjajaki lagi menggandeng pihak ketiga untuk bekerja sama menangani sampah di TPA,” bebernya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/