Sidang Online di PN Bangil Terkendala Jaringan yang Putus-Putus

PERTAMA KALI: Majelis hakim PN Bangil saat menggelar sidang telekonferensi di ruang sidang utama PN Bangil, kemarin. Jaringan putus-putus menjadi kendala selama sidang online. (Foto: iwan andrik/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Pelaksanaan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, terhitung mulai Senin (30/3), berlangsung tanpa tatap muka langsung. Sidang digelar dengan memanfaatkan jaringan internet dengan cara telekonferensi.

“Kami sudah melakukan uji coba. Dan hari ini (kemarin, Red), mulai kami terapkan,” jelas Ketua PN Bangil Dewantoro saat ditemui di kantor PN Bangil, kemarin.

Sidang online itu tetap melibatkan semua pihak yang berperkara. Untuk majelis hakim, tetap berada di ruang sidang. Di ruang sidang itu, ada layar lebar yang disiapkan untuk bisa online atau telekonferens dengan JPU, penasihat hukum (PH), ataupun terdakwa.

Sedangkan untuk JPU berada di kantor kejaksaan. PH berada di tempat posbakum atau tempat lain yang bisa terkoneksi untuk pelaksanaan sidang. Dan untuk terdakwa, berada di Rutan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kejaksaan, maupun rutan serta posbakum untuk kegiatan sidang online ini,” sambungnya.

Pelaksanaan sidan online ini bukan serta merta dilakukan. Ia menegaskan, ini merupakan kebijakan yang diberikan MA untuk membatasi pertemuan. Sehingga, pencegahan terhadap merebaknya virus korona bisa dilakukan.

Memang, kata Dewantoro, ada beberepa kendala dalam pelaksanaan. Seperti headset di Rutan Bangil yang hanya tersedia satu untuk terdakwa. “Beberapa kendala memang ada. Tapi, kami akan terus berkoordinasi untuk memperbaikinya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengacara, Wiwik, mengaku pelaksanaan sidang online memang tidak seleluasa sidang pada umumnya. Karena terpengaruh dengan baik buruknya jaringan internet.

Terlebih lagi, sarana dan prasarana penunjang juga menjadi kendala. Seperti fasilitas headset bagi terdakwa. “Kendala memang terletak pada jaringannya yang sering putus-putus. Jadi, kurang maksimal seperti sidang pada umumnya,” jelas Wiwik. (one/mie)