alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Maunya Beli Ekskavator Sampah, Tapi Terkendala Anggaran

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, sejatinya sangat membutuhkan tambahan ekskavator. Alat berat itu akan digunakan untuk penanganan sambah di dua tempat pemrosesan akhir (TPA). Tapi, lagi-lagi terkendala anggaran.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengaku, butuh tambahan ekskavator sampah. Sebab, sejauh ini jumlah ekskavator yang dimiliki masih minim. Hanya ada satu unit.

Padahal, kata Heru, pihaknya membutuhkan minimal dua unit. Selain untuk ditempatkan di TPA Wonokerto, juga diperlukan untuk penanganan sampah di TPA Kenep. “Kami memang membutuhkan tambahan untuk mengoptimalkan penanganan sampah di TPA,” ujarnya.

Namun, kebutuhan itu belum bisa direalisasikan. Meski sebelumnya pernah dianggarkan, gagal terlaksana. Terdampak refocusing anggaran untuk penanganan Covid.

Tahun ini juga belum bisa. Anggarannya juga belum tersedia. “Biaya pengadaannya cukup besar. Paling tidak Rp 2,5 miliar. Dana itu belum tersedia tahun 2022,” ujarnya, beberapa waktu lalu. Karena itu, kata Heru, pihaknya hanya bisa memaksimalkan ekskavator yang ada. (one/rud)

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, sejatinya sangat membutuhkan tambahan ekskavator. Alat berat itu akan digunakan untuk penanganan sambah di dua tempat pemrosesan akhir (TPA). Tapi, lagi-lagi terkendala anggaran.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengaku, butuh tambahan ekskavator sampah. Sebab, sejauh ini jumlah ekskavator yang dimiliki masih minim. Hanya ada satu unit.

Padahal, kata Heru, pihaknya membutuhkan minimal dua unit. Selain untuk ditempatkan di TPA Wonokerto, juga diperlukan untuk penanganan sampah di TPA Kenep. “Kami memang membutuhkan tambahan untuk mengoptimalkan penanganan sampah di TPA,” ujarnya.

Namun, kebutuhan itu belum bisa direalisasikan. Meski sebelumnya pernah dianggarkan, gagal terlaksana. Terdampak refocusing anggaran untuk penanganan Covid.

Tahun ini juga belum bisa. Anggarannya juga belum tersedia. “Biaya pengadaannya cukup besar. Paling tidak Rp 2,5 miliar. Dana itu belum tersedia tahun 2022,” ujarnya, beberapa waktu lalu. Karena itu, kata Heru, pihaknya hanya bisa memaksimalkan ekskavator yang ada. (one/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/