Anggarkan Rp 1 M untuk Tutup TPA Kenep

BEJI, Radar Bromo– Rencana Pemkab Pasuruan untuk mematikan tempat pembuangan akhir (TPA) Kenep di Kecamatan Beji, ternyata membutuhkan biaya yang tak sedikit. Setidaknya dana Rp 1 miliar akan dikeluarkan untuk membuat TPA Kenep tak lagi berfungsi.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengatakan, penonaktifan TPA Kenep dilakukan ketika TPA Wonokerto sudah bisa difungsikan. Meski begitu, bukan berarti keberadaan TPA Kenep dibiarkan tanpa penanganan.

Ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk TPA Kenep. Supaya keberadanannya setelah tak dioperasikan, tak meresahkan warga setempat.

Salah satu yang akan dilakukan, dengan pemerataan sampah-sampah yang ada di TPA setempat. Selain itu, pembangunan pagar juga akan dilakukan. Tujuannya, sampah-sampah yang menumpuk tidak sampai meluber keluar TPA.

“Kami juga akan menyiapkan saluran pembuangan di kawasan TPA setempat. Sehingga, ketika hujan, airnya bisa mengalir dan tak sampai membuat sampah-sampah yang menumpuk di sana tergerus air,” sampainya.

Untuk rencana itu, Pemkab sudah menyiapkan anggaran. Dana Rp 1 miliar dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. “Sumber dananya, berasal dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) 2020. Kami alokasikan sekitar Rp 1 miliar,” tambahnya.

Keberadaan TPA Kenep memang sudah tak representatif. Karena itulah, keberadaannya bakal tak lagi difungsikan untuk menerima sampah-sampah baru. Hanya saja, rencana itu masih menunggu TPA Wonokerto dioperasikan. “Kami wacanakan tahun ini, TPA Kenep tak lagi menerima sampah-sampah baru,” harapnya. (one/mie)