alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Berharap Pak Sakera Jadi Pahlawan Nasional

BANGIL, Radar Bromo-Banyak yang percaya, Sagiman atau Pak Sakera dimakamkan di pemakaman umum Bekacak, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Makamnya tampak berbeda dengan makam orang pada umumnya. Ada dinding dan atap yang menaungi makam Pak Sakera.

Kondisi itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Di mana, sebelumnya makam tersebut hanya ditutupi atap reot dan ala kadarnya. Makam Pak Sakera saat ini mudah untuk dijujuki.

Di luar makam, ada patung yang menjadi ikon. Patung tersebut memegang celurit. Sosoknya menggambarkan seorang Pak Sakera.

Menurut Kasmiati, salah satu warga Kolursari, banyak peziarah datang ke makam Pak Sakera. Khususnya ketika Kamis atau malam Jumat. Mereka datang untuk berkirim doa.

Tidak hanya dari sekitara Bangil. Tapi juga dari beberapa kecamatan lain. Bahkan, ada pula yang dari luar kota. Seperti Madura ataupun daerah yang lain. “Kalau Kamis malam Jumat, biasanya ada yang berdatangan untuk tahlil atau kirim doa,” akunya.

Kunjungan semakin banyak, ketika hari Pahlawan tiba, 10 November. Peziarah dari berbagai kalangan datang untuk tabur bunga atau doa bersama. Baik dari kalangan mahasiswa ataupun dari berbagai unsur lainnya.

Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FKP) Jatim Ki Bagong Sabdo Sinukarto memandang Pak Sakera merupakan pejuang yang melawan penindasan yang dilakukan Belanda dan antek-anteknya. Dulunya, Pak Sakera mungkin dianggap hanya sebuah legenda. Namun, keberadaan Pak Sakera adalah nyata.

BANGIL, Radar Bromo-Banyak yang percaya, Sagiman atau Pak Sakera dimakamkan di pemakaman umum Bekacak, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Makamnya tampak berbeda dengan makam orang pada umumnya. Ada dinding dan atap yang menaungi makam Pak Sakera.

Kondisi itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Di mana, sebelumnya makam tersebut hanya ditutupi atap reot dan ala kadarnya. Makam Pak Sakera saat ini mudah untuk dijujuki.

Di luar makam, ada patung yang menjadi ikon. Patung tersebut memegang celurit. Sosoknya menggambarkan seorang Pak Sakera.

Menurut Kasmiati, salah satu warga Kolursari, banyak peziarah datang ke makam Pak Sakera. Khususnya ketika Kamis atau malam Jumat. Mereka datang untuk berkirim doa.

Tidak hanya dari sekitara Bangil. Tapi juga dari beberapa kecamatan lain. Bahkan, ada pula yang dari luar kota. Seperti Madura ataupun daerah yang lain. “Kalau Kamis malam Jumat, biasanya ada yang berdatangan untuk tahlil atau kirim doa,” akunya.

Kunjungan semakin banyak, ketika hari Pahlawan tiba, 10 November. Peziarah dari berbagai kalangan datang untuk tabur bunga atau doa bersama. Baik dari kalangan mahasiswa ataupun dari berbagai unsur lainnya.

Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FKP) Jatim Ki Bagong Sabdo Sinukarto memandang Pak Sakera merupakan pejuang yang melawan penindasan yang dilakukan Belanda dan antek-anteknya. Dulunya, Pak Sakera mungkin dianggap hanya sebuah legenda. Namun, keberadaan Pak Sakera adalah nyata.

MOST READ

BERITA TERBARU

/