Puskesmas Beji Ikut Bekali Ponpes Hadapi New Normal

MENJADI SATGAS: Pembekalan santri oleh Puskesmas Beji dan Lintas Sektor di Pondok Pesantren Nurudh Dholam II, Gununggangsir. (Foto: Puskesmas Beji for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BEJI, Radar Bromo – Ada sekitar 160 lebih lembaga pondok pesantren (Ponpes) yang berada di Kabupaten Pasuruan dan tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Di Kecamatan Beji sendiri, terdapat 15 pondok pesantren. Saat pemerintah mengeluarkan tahapan new normal, Kabupaten Pasuruan juga mengatur rencana fase ini di ponpes.

Salah satunya diatur melalui surat edaran Bupati Pasuruan Bernomor 360/249/424.013/2020, pondok pesantren sudah boleh melakukan proses belajar mengajar pada masa pandemi Covid-19. Syaratnya, ponpes harus menerapkan SOP protokol kesehatan.

“Surat edaran tersebut segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas Beji beserta lintas sektor. Apalagi, wilayah Kecamatan Beji adalah nomor 3 tertinggi penderita positif Covid-19 se-Kabupaten Pasuruan dengan rincian 12 ODP, 14 PDP, dan 21 kasus pasien positif Covid-19 per 24 Juni,” beber Kepala UPT Puskesmas Beji dr Arma Roostina Heliantin.

Jika dilihat dari tren kasus yang ada, kata Arma, kemungkinan angka tersebut masih memungkinkan untuk mengalami pertambahan jumlah. Dengan demikian, aturan new normal yang ditetapkan oleh pemerintah, patut untuk disikapi dengan bijaksana oleh masyarakat, khususnya masyarakat pondok pesantren.

Nah, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Beji beserta lintas sektor, telah melakukan pembekalan kepada 9 dari 15 pondok pesantren yang ada di Kecamatan Beji. Saat pembekalan, tim memberikan arahan kepada santri terkait protokol kesehatan yang harus dilakukan di pondok pesantren. Selain itu, tim juga melatih santri untuk melakukan screening kepada santri yang akan datang ke pondok atau tamu yang datang nantinya.

Santri yang diberi pembekalan nantinya akan menjadi Santri Husada di pondok pesantrennya masing-masing. “Dari hasil pembekalan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren di Kecamatan Beji telah siap menyambut new normal dan kembali melakukan proses belajar mengajar,” beber Arma lagi. (one/fun)