alexametrics
25 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Legislator Minta SMAN Taruna Madani Berdiri Sendiri

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah nasib pelajar yang tidak mampu. Sebab, SMA Madani berbayar dengan biaya yang tak murah. “Konsepnya bagus. Tapi, tidak harus ditempatkan di SMAN 1 Bangil. Harus di tempat lain,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anwar Saddad memahami, gagasan pendirian SMAN 1 Taruna Madani bertujuan mencetak siswa yang berdisiplin tinggi, berwawasan kebangsaan, dan unggul. Sehingga, lulusan Taruna Madani bisa menjadi pemimpin di masa mendatang.

Namun, persoalannya, banyak masyarakat yang menentang. Mereka menentang bukan karena pendiriannya di Bangil. Tapi, karena memanfaatkan SMAN 1 Bangil. “Sementara, SMAN 1 Bangil satu-satunya SMA negeri di Bangil. Ini yang akhirnya memunculkan problem,” tandasnya.

Problem itu harus bisa disikapi instansi terkait. Instansi terkait perlu mencarikan solusi. Yaitu, memindahkan tempat SMA Taruna Madani itu. Misalnya, dipindahkan ke pondok pesantren yang ada di Bangil atau sekitarnya. Sehingga, konsep ini pun tidak sampai hilang dan beralih ke daerah lain. “Kami bangga bisa ada Taruna Madani di Bangil. Tapi, perlu dipikirkan pula penempatannya,” imbuh Anwar Sadad pada Jumat (28/1).

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku tak mengira SMAN Taruna Madani ternyata berbayar. Dia mengira biaya tersebut ditanggung pemerintah. Sehingga memberi kesempatan putra-putri terbaik untuk bisa bersekolah di sekolah setempat.

“Keberadaan SMAN Taruna Madani itu, jujur kami baru tahu dari media. Karena selama ini, kami tidak pernah diajak diskusi atau diberi informasi,” sambungnya.

Dia pun berharap pihak terkait bisa mendengar aspirasi masyarakat. Tidak memaksakan keberadaan SMAN Taruna Madani itu di SMAN 1 Bangil jika memang masyarakat tidak menghendakinya.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah nasib pelajar yang tidak mampu. Sebab, SMA Madani berbayar dengan biaya yang tak murah. “Konsepnya bagus. Tapi, tidak harus ditempatkan di SMAN 1 Bangil. Harus di tempat lain,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anwar Saddad memahami, gagasan pendirian SMAN 1 Taruna Madani bertujuan mencetak siswa yang berdisiplin tinggi, berwawasan kebangsaan, dan unggul. Sehingga, lulusan Taruna Madani bisa menjadi pemimpin di masa mendatang.

Namun, persoalannya, banyak masyarakat yang menentang. Mereka menentang bukan karena pendiriannya di Bangil. Tapi, karena memanfaatkan SMAN 1 Bangil. “Sementara, SMAN 1 Bangil satu-satunya SMA negeri di Bangil. Ini yang akhirnya memunculkan problem,” tandasnya.

Problem itu harus bisa disikapi instansi terkait. Instansi terkait perlu mencarikan solusi. Yaitu, memindahkan tempat SMA Taruna Madani itu. Misalnya, dipindahkan ke pondok pesantren yang ada di Bangil atau sekitarnya. Sehingga, konsep ini pun tidak sampai hilang dan beralih ke daerah lain. “Kami bangga bisa ada Taruna Madani di Bangil. Tapi, perlu dipikirkan pula penempatannya,” imbuh Anwar Sadad pada Jumat (28/1).

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku tak mengira SMAN Taruna Madani ternyata berbayar. Dia mengira biaya tersebut ditanggung pemerintah. Sehingga memberi kesempatan putra-putri terbaik untuk bisa bersekolah di sekolah setempat.

“Keberadaan SMAN Taruna Madani itu, jujur kami baru tahu dari media. Karena selama ini, kami tidak pernah diajak diskusi atau diberi informasi,” sambungnya.

Dia pun berharap pihak terkait bisa mendengar aspirasi masyarakat. Tidak memaksakan keberadaan SMAN Taruna Madani itu di SMAN 1 Bangil jika memang masyarakat tidak menghendakinya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/