alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi dari Provinsi Jawa Timur jika ada realokasi maka akan ada pengajuan tambahan.

Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan Ihwan menjelaskan, tahun ini Kabupaten Pasuruan dapat kuota 25 ribu ton. Dari jumlah itu, tersisa 8 ribu ton.

Kuota pupuk itu akan dipergunakan di musim tanam akhir tahun, saat sudah menjelang dan memasuki musim hujan. “Kalau melihat kebutuhan petani, sejatinya yang masih kurang. Namun, memang anggaran negara terbatas. Sehingga kami dorong juga agar petani melakukan inovasi seperti menggunakan pupuk organik, pupuk kandang untuk mengimbangi kekurangan tersebut,” jelas Ihwan.

Ia menjelaskan, biasanya di akhir tahun ada program dari Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi penggunakan pupuk subsidi di tiap daerah. Kegiatan ini untuk melihat penyerapan pupuk subsidi antara daerah satu dengan dengan daerah yang lain.

“Jika ada daerah yang stok pupuk subsidinya masih banyak, maka bisa dialihkan ke darah lain yang masih membutuhkan. Hal ini dinamakan realokasi,” bebernya.

Biasanya realokasi pupuk ini baru dilakukan bulan November. Dan jika Provinsi Jatim akan melakukan realokasi pupuk, baru meminta daerah lain yang kekurangan untuk mengajukan tambahan pupuk ke Provinsi.

“Tapi sampai saat ini (akhir Oktober) ini belum, biasanya bulan November dibuka untuk realokasi pupuk,” terangnya.

Ihwan mengatakan saat ini kondisi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat memang terbatas. Hal ini tergantung kemampuan anggaran. Termasuk yang memberikan kuota adalah dari Pusat.

“Jadi jika nanti ada realokasi pupuk, baru kami hitung lagi mendata kebutuhan pupuk subsisi per Kecamatan, data per Desa sampai ke Kelompok Tani, baru kebutuhan nanti dihitung untuk usulan akhir tahun,” jelasnya. (eka/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.