alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

BANGIL, Radar Bromo-Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib menyampaikan, kebijakan normalisasi Kalimati merupakan pilihan dari pemerintah pusat, dalam hal ini BBWS Brantas. Kebijakan tersebut akhirnya diikuti dengan rencana relokasi warga.

Saat ini, rencana relokasi itupun sedang disosialisasikan. Sosialisasi dilakukan juga untuk menyepakati ganti rugi yang akan diberikan bagi warga terdampak.

Meski demikian, pemerintah hanya diproyeksikan untuk mengganti bangunan. Bukan mengganti lahan, karena tanah yang mereka tempati bukanlah hak milik.

“Memang masih ada ganjalan dari warga yang menolak. Sekarang, kami masih melakukan sosialisasi tentang penggantian bangunan warga,” sampainya.

Baca Juga: Dilema Normalisasi Kalimati; Wacana Penggusuran demi Atasi Banjir di Bangil-Beji

Menurut Misbah, pemerintah sebenarnya sudah hadir. Buktinya, ada wacana untuk memberikan ganti rugi kepada warga. Meski penggantian tersebut tentunya tidak sebesar dengan penggantian lahan yang statusnya hak milik.

Ia menambahkan, relokasi memang bakal menjadi keharusan dalam program tersebut. Karena, normalisasi tersebut harus dilakukan penuh. Supaya program yang diwacanakan bisa berjalan maksimal.

“BBWS Brantas kan sudah punya perencanaan dalam pengerukan. Kalau lebar yang dikeruk hanya sebagian, tentunya juga akan berpengaruh terhadap program yang direncanakan. Bisa-bisa hasilnya kurang efektif,” jelasnya.

Adanya permintaan untuk pembangunan rumah tapak di TKD, belum bisa ditentukan. Karena dikhawatirkan, malah akan menambah persoalan ke depannya.

Wacana untuk membangun rusunawa memang muncul. Hal ini untuk menjadi alternatif lain agar warga memiliki tempat tinggal. Hanya saja, hal itu belum bisa direalisasikan.

“Kami masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Karena pembangunan rusunawa berkaitan juga dengan anggaran,” sambungnya. (iwan andrik/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.