alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

BANGIL, Radar Bromo-Adanya refocusing, membuat pencairan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Pasuruan sempat tersendat.

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar. Tercatat, masih ada kekurangan Rp 36,3 Miliar yang belum cair ke daerah.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan Heru Widardo mengatakan, DBHCHT tahun 2020 ini memang beberapa kali ada evaluasi dari Pusat. Selain imbas refocusing dan pencairan juga sempat tertunda di awal tahun lalu.

“Untuk DBHCT tahun ini di Kabupaten Pasuruan beberapa kali ada evaluasi. Dari yang awalnya Rp 191 Miliar menjadi hanya Rp 183,13 Miliar. Kemudian dipotong lagi menjadi hanya Rp 182,3 Miliar,” terang Heru Widardo.

Namun setelah beberapa evaluasi tersebut, Heru mengatakan, pencairan mulai lancar. Sehingga saat ini dikatakan sudah fokus untuk penyerapan anggaran terutama untuk anggaran di triwulan ketiga dan triwulan keempat.

DBHCHT di Kabupaten Pasuruan sendiri sudah 3 kali ditransfer ke daerah. Pertama untuk triwulan pertama turun Rp 38 Miliar, triwulan kedua turun Rp 54 Miliar dan triwulan ketiga yang baru ditransfer September lalu turun Rp 54 Miliar.

“Sehingga dari total tersebut, saat ini tersisa sekitar Rp 36 Miliar yang belum ditransferkan. Diperkirakan akan turun sesuai jadwal pada triwulan keempat ini,” terangnya.

Untuk pencairan tahap akhir, biasanya dari pusat tinggal menunggu laporan penggunaan anggaran di triwulan ketiga lalu. Sehingga jika selesai, maka anggaran terakhir juga akan segera turun.

Kendati ada anggaran yang baru turun di triwulan keempat. Heru mengatakan tidak ada masalah untuk kegiatan dan pelaksanaan pembangunan fisik yang dibiayai dari DBHCHT. Ini lantaran anggaran dipastikan turun dan tidak lagi dipangkas.

“Saat ini semua kegiatan tetap berjalan, dan nanti jika pekerjaan sudah selesai tinggal mengajukan dan diperkirakan pembayaran bisa diselesaikan pada bulan November,” ujarnya.

Meski sempat ada beberapa kali evaluasi, jumlah DBHCHT tahun ini sebesar Rp 182,3 Miliar sendiri, masih lebih besar ketimbang tahun lalu yang hanya Rp 177,5 Miliar. (eka/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.