alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Terdampak Refocusing Anggaran, 265 RTLH di Kab Pasuruan Batal Direhab

BANGIL, Radar Bromo – Program bedah rumah yang digagas Pemkab Pasuruan, rupanya tidak bisa dijalankan seluruhnya. Dari 2.000 unit yang direncanakan, ratusan unit RTLH di antaranya harus ditunda pelaksanaannya lantaran terimbas refocusing untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengungkapkan, program RTLH di Kabupaten Pasuruan akhirnya terkena dampak dari refocusing anggaran. Karena sebagian anggaran yang seharusnya untuk bedah rumah, harus dialihkan dalam mengatasi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Meski jumlahnya tak begitu signifikan. Karena hanya sekitar 10 persen yang tak bisa digunakan untuk program yang direncanakan. “Ada pengurangan anggaran untuk program RTLH,” kata Hari-sapaannya.

Hari menjelaskan, semula anggaran untuk RTLH mencapai Rp 30 miliar. Namun, kebijakan refocusing anggaran membuat dana tersebut harus susut Rp 3,96 miliar. Sehingga, anggaran yang bisa digunakan untuk menjalankan program sebanyak Rp 26 miliar.

Pengurangan anggaran itu, berdampak terhadap unit rumah yang bisa dibedah. Semula, Pemkab mengancang-ancang bisa menjalankan bedah rumah sebanyak 2 ribu unit. Namun, adanya pengurangan anggaran membuat rumah yang dibedah tersisa 1.735 unit rumah.

“Sementara sisanya, 265 unit, terpaksa kami tunda. Karena anggarannya, dialihkan untuk penanganan korona. Kami berharap masyarakat memahami, karena hal ini untuk keadaan darurat,” imbuh dia.

Sejauh ini, pencairan anggaran untuk bedah rumah itu sudah direalisasikan. Ada sekitar 200 penerima yang dicairkan anggaran untuk membenahi rumahnya. Rumah itu tersebar di wilayah Winongan, Tutur, serta Lumbang. Sementara untuk yang lain, menunggu proses sosialisasi dilangsungkan.

“Beberapa kegiatan sosialisasi kami tunda, seiring kebijakan physical distancing. Seperti di Kecamatan Pasrepan, Kejayan, dan beberapa kecamatan lainnya. Untuk yang sudah cair, proses pembangunan tengah berjalan,” ulasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Program bedah rumah yang digagas Pemkab Pasuruan, rupanya tidak bisa dijalankan seluruhnya. Dari 2.000 unit yang direncanakan, ratusan unit RTLH di antaranya harus ditunda pelaksanaannya lantaran terimbas refocusing untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengungkapkan, program RTLH di Kabupaten Pasuruan akhirnya terkena dampak dari refocusing anggaran. Karena sebagian anggaran yang seharusnya untuk bedah rumah, harus dialihkan dalam mengatasi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Meski jumlahnya tak begitu signifikan. Karena hanya sekitar 10 persen yang tak bisa digunakan untuk program yang direncanakan. “Ada pengurangan anggaran untuk program RTLH,” kata Hari-sapaannya.

Hari menjelaskan, semula anggaran untuk RTLH mencapai Rp 30 miliar. Namun, kebijakan refocusing anggaran membuat dana tersebut harus susut Rp 3,96 miliar. Sehingga, anggaran yang bisa digunakan untuk menjalankan program sebanyak Rp 26 miliar.

Pengurangan anggaran itu, berdampak terhadap unit rumah yang bisa dibedah. Semula, Pemkab mengancang-ancang bisa menjalankan bedah rumah sebanyak 2 ribu unit. Namun, adanya pengurangan anggaran membuat rumah yang dibedah tersisa 1.735 unit rumah.

“Sementara sisanya, 265 unit, terpaksa kami tunda. Karena anggarannya, dialihkan untuk penanganan korona. Kami berharap masyarakat memahami, karena hal ini untuk keadaan darurat,” imbuh dia.

Sejauh ini, pencairan anggaran untuk bedah rumah itu sudah direalisasikan. Ada sekitar 200 penerima yang dicairkan anggaran untuk membenahi rumahnya. Rumah itu tersebar di wilayah Winongan, Tutur, serta Lumbang. Sementara untuk yang lain, menunggu proses sosialisasi dilangsungkan.

“Beberapa kegiatan sosialisasi kami tunda, seiring kebijakan physical distancing. Seperti di Kecamatan Pasrepan, Kejayan, dan beberapa kecamatan lainnya. Untuk yang sudah cair, proses pembangunan tengah berjalan,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/