alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

BPBD Ajukan Tambah Truk Tangki-Mobil Double Cabin

BANGIL, Radar Bromo – Armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan saat ini dinilai kurang memadai. Lantaran itu, tahun depan BPBD mengusulkan ada penambahan armada.

Di akhir tahun ini, BPBD sudah mengajukan penambahan armada itu. Yakni mengajukan ke pusat dan pengajuan di RAPBD 2021 yang saat ini masih dibahas.

Untuk pengajuan ke pusat, yang diusulkan adalah penambahan truk tangki. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati menguraikan, pengajuan truk tangki air sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Pengajuan bantuan pengadaan truk tangki tersebut dilakukan, untuk menunjang kebutuhan truk tangki air di daerah.

Sebab, jumlah truk tangki yang dimiliki BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini, masih kurang. Hanya ada dua unit. Sehingga, belum bisa mengakomodir kebutuhan dalam penyaluran air bersih ke masyarakat.

“Kami baru memilik dua unit. Padahal, kebutuhannya lebih dari itu. Sementara, pengadaan tahun lalu, gagal. Makanya, kami upayakan bisa mewujudkannya, dengan mengusulkan ke pemerintah pusat,” beber Tecto.

Menurut Tecto, bila terealisasi, tentunya akan mempermudah proses penyaluran air bersih di kawasan rentan kekeringan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Selama ini, dua unit yang dimiliki jelas kurang. “Minimal ada tiga truk tangki, sudah bagus. Sehingga, bisa dibagi. Ada yang wilayah Barat, Timur dan Selatan,” sambung dia.

Bukan hanya pengajuan truk tangki yang dilakukan. Pihaknya juga mengajukan mobil double cabin. Hal ini untuk menunjang operasional petugas BPBD. Seperti ketika ada longsor. Sehingga, bisa cepat melakukan pemantauan.

Untuk pengajuan mobil double cabin itu, diusulkan di R-APBD 2021 yang saat ini tengah dibahas. “Saat ini untuk armada operasional mobil double cabin atau 4 kali 4 hanya ada 2. Jumlah tersebut masih kurang ideal. Rencananya kami usulkan menambah 1 armada lagi,” terangnya.

Tecto mengatakan, biasanya saat musim hujan, bencana banjir bahkan tanah longsor bisa terjadi di beberapa titik di wilayah setempat. Karena itu mobil operasional double cabin ini sangat dibutuhkan. Sebab, mobil double cabin cukup tinggi dan bisa masuk lokasi banjir. Sehingga memudahkan petugas untuk mendata, mengevakuasi di lokasi bencana.

“Karena petugas BPBD butuh cepat ke lokasi baik untuk evakuasi dan pendataan. Dan dibutuhkan armada yang mumpuni. Apalagi bencana biasanya juga terjadi di beberapa titik,” terangnya.

Untuk mobil double cabin kebutuhan anggaran kurang lebih mencapai Rp 500 juta. Rencananya akan coba diusulkan dalam APBD tahun depan. Namun tetap melihat kemampuan anggaran apalagi masih di tengah pandemi Covid-19 saat ini. (one/eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU