alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Libur Panjang, Pemkab Pasuruan Imbau ASN Tak Bepergian

BANGIL, Radar Bromo – Libur panjang minggu ini diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisata. Pemerintah daerah pun berusaha mengantisipasi dengan mengeluarkan imbauan pada warganya agar tidak bepergian.

Imbauan ini disampaikan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, baik pada ASN, maupun masyarakat. Imbauan disampaikan melalui Surat Edaran tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020.

Bupati Irsyad saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo menegaskan, surat edaran tersebut dikeluarkan untuk meneruskan instruksi Mendagri sebagai langkah pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Dalam edaran tersebut, Bupati mengimbau kepada ASN dan masyarakat agar selama libur dan cuti bersama ini, tidak melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga. Tujuannya agar sama-sama bisa menjaga diri.

“Terutama kami tegas kepada ASN agar tidak berpegian dan melaksanakan semua dalam surat edaran tersebut,” terangnya.

Meski demikian, tidak ada larangan tempat wisata buka. Hanya, Pemkab melakukan pengetatan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk tempat wisata.

“Karena biasanya tempat wisata menjadi sasaran tempat libur. Sehingga tempat wisata wajib melaksanakan protokol kesehatan, termasuk membatasi kapasitas. Jarak dan proporsi pengunjung harus diperhatikan dan tidak dilos,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan Maulid Nabi, diimbau agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing. Namun, tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Bupati pun meminta ada monitoring pelaksanaan protokol kesehatan dari Satpol PP dan Gugus Tugas di tempat wisata. “Kalau ada pelanggaran yang bisa mengkhawatirkan keselamatan pengunjung akan ada evaluasi, bahkan sanksi,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, mulai kemarin (27/10) tim Satgas Pariwisata sudah melakukan monitoring dan memantau tempat wisata secara acak. Tujuannya untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

“Semua tempat wisata wajib menjalankan protokol kesehatan sesuai SOP. Selain membatasi hanya maksimal 50 persen pengunjung , juga semua wajib masker, ada tempat cuci tangan, cek suhu tubuh dan di dalam tempat wisata juga ada social distancing,” tutunya.

Diakui, biasanya libur panjang akan lebih banyak masyarakat yang datang ke tempat wisata. “Namun, melihat tren beberapa bulan ini, jumlah pengunjung belum maksimal karena ada rasa takut terhadap pandemi ini,” terangnya. (eka/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Libur panjang minggu ini diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisata. Pemerintah daerah pun berusaha mengantisipasi dengan mengeluarkan imbauan pada warganya agar tidak bepergian.

Imbauan ini disampaikan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, baik pada ASN, maupun masyarakat. Imbauan disampaikan melalui Surat Edaran tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020.

Bupati Irsyad saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo menegaskan, surat edaran tersebut dikeluarkan untuk meneruskan instruksi Mendagri sebagai langkah pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Dalam edaran tersebut, Bupati mengimbau kepada ASN dan masyarakat agar selama libur dan cuti bersama ini, tidak melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga. Tujuannya agar sama-sama bisa menjaga diri.

“Terutama kami tegas kepada ASN agar tidak berpegian dan melaksanakan semua dalam surat edaran tersebut,” terangnya.

Meski demikian, tidak ada larangan tempat wisata buka. Hanya, Pemkab melakukan pengetatan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk tempat wisata.

“Karena biasanya tempat wisata menjadi sasaran tempat libur. Sehingga tempat wisata wajib melaksanakan protokol kesehatan, termasuk membatasi kapasitas. Jarak dan proporsi pengunjung harus diperhatikan dan tidak dilos,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan Maulid Nabi, diimbau agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing. Namun, tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Bupati pun meminta ada monitoring pelaksanaan protokol kesehatan dari Satpol PP dan Gugus Tugas di tempat wisata. “Kalau ada pelanggaran yang bisa mengkhawatirkan keselamatan pengunjung akan ada evaluasi, bahkan sanksi,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, mulai kemarin (27/10) tim Satgas Pariwisata sudah melakukan monitoring dan memantau tempat wisata secara acak. Tujuannya untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

“Semua tempat wisata wajib menjalankan protokol kesehatan sesuai SOP. Selain membatasi hanya maksimal 50 persen pengunjung , juga semua wajib masker, ada tempat cuci tangan, cek suhu tubuh dan di dalam tempat wisata juga ada social distancing,” tutunya.

Diakui, biasanya libur panjang akan lebih banyak masyarakat yang datang ke tempat wisata. “Namun, melihat tren beberapa bulan ini, jumlah pengunjung belum maksimal karena ada rasa takut terhadap pandemi ini,” terangnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/