alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Sunday, 6 December 2020

Dewan Kab Pasuruan Lagi Galau, Dua Bulan Uang Saku Belum Cair

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sedang galau. Pasalnya, tambahan anggaran yang disiapkan untuk kegiatan kunjungan kerja alias uang saku kunker tak bisa dicairkan hingga sekarang.

Padahal, uang saku kunker itu dibutuhkan untuk tambahan penghasilan para anggota legislatif itu. Kenyataannya, hingga kini, mereka tak kunjung menerima uang tambahan tersebut.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, uang saku kunker itu biasanya diberikan langsung saat anggota dewan menggelar kunjungan kerja. Besarnya tergantung wilayah yang dituju. Untuk kunjungan kerja di lingkup Kabupaten Pasuruan, setiap orang mendapatkan uang saku Rp 525 ribu per harinya.

Sementara, di dalam provinsi Jatim, bisa mendapatkan Rp 2.150.000 per harinya. Sedangkan untuk luar Provinsi Jatim, bisa mendapatkan uang saku hingga Rp 2.250.000 per harinya.

“Tapi, sejak dua bulan ini uang saku kunker tersebut belum bisa cair,” ungkap salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Di sisi lain, kunker tetap berjalan hingga saat ini. Hanya saja, mereka tidak bisa mendapatkan uang saku yang mereka butuhkan sekarang. Kondisi itupula membuat sejumlah anggota legislatif galau. Mengingat, dana tersebut, biasanya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan diri mereka. Tetapi, juga untuk menopang permintaan sumbangan dari konstituen.

“Seperti menjelang maulid nabi seperti sekarang. Banyak pengajuan sumbangan yang datang. Kalau seperti ini, apa yang bisa diberikan?” tambah dewan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan membenarkan kondisi itu. Memang, uang saku untuk kunker belum bisa dicairkan. Sebab berkaitan dengan evaluasi anggaran P-APBD yang belum turun dari provinsi.

“Kami juga masih menunggu hasil evaluasi dari provinsi terkait anggaran APBD perubahan tersebut,” tutur dia.

Ia menambahkan, sudah dua bulan terakhir anggota dewan belum bisa mendapat uang saku dari kunker. Hal itu seiring dengan belum rampungnya evaluasi APBD Perubahan dari provinsi. Selama itupula, sebenarnya kegiatan kunker berjalan.

Hanya saja, banyak yang menggunakan dana talangan. “Kunker memang jalan. Untuk hotel atau transport, biasanya mencari yang bisa ditalangi. Sementara untuk uang saku, memang belum bisa cair,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, kegiatan kunker legislatif menyedot dana yang tidak murah. Setidaknya, dana Rp 47 miliar dialokasikan di APBD induk 2020. Namun, jumlah itu ditambah Rp 25 miliar di APBD Perubahan.

Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menguraikan, evaluasi atas APBD Perubahan 2020 dari provinsi sebenarnya sudah. Tinggal persetujuan dari provinsi atas jawaban yang diberikan Pemkab. Seharusnya, dalam pekan ini sudah bisa diserap uang saku kunker. “Kami masih menunggu turunnya persetujuan dari provinsi,” timpalnya. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

BERITA TERBARU

Stok Garam di Kab Pasuruan Masih Tersisa 2.200 Ton

Sampai awal Desember ini, stok garam hasil produksi petambak garam di Kabupaten Pasuuran belum seluruhnya terserap pasar.

Hewan Ternak Rentan Sakit Ini saat Musim Hujan

Musim hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap kesehatan hewan ternak.

Tekan Covid-19; Disiplin 3M Sama Pentingnya dengan Vaksin

Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan.

Terdampak Pandemi, Pilot pun Nyambi Bisnis Online Shop

pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku, pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi.

Musim Hujan, Saatnya Mulai Waspadai Demam Berdarah Dengue

Dinkes Kabupaten Probolinggo mengimbau agar masyarakat tak abai terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).